Durian di Sukadana Banjir, Petani Olah Jadi Lempok Siasati Harga Anjlok
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Buah durian di Kabupaten Kayong Utara melimpah ruah. Banjir. Membuat harganya terjun bebas. Tinggal Rp5.000 sampai Rp8.000 per buah.
Harga itu jauh dari normal. Membuat petani merugi. Sebab, nilai jual tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya angkut dari kebun ke lapak penjualan.
"Harga durian tahun ini benar-benar sangat murah,” keluh Andi, petani durian di Kecamatan Sukadana, Selasa (7/7/2026).
Kebun durian Andi berada di daerah pegunungan. Si raja buah yang jatuh dikumpulkan terlebih dahulu.
Setelah banyak, buah baru diangkut untuk dijual. Ongkos angkutnya terbilang mahal. Mencapai Rp2.000 per buah.
“Kalau dijual utuh, hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan," ujarnya.
Agar tak terlalu merugi, Andi memutar otak. Sebagian durian diolah menjadi lempok. Produk ini menyerupai dodol dan tahan lama.
Bahan dasarnya murni daging durian ditambah gula pasir. Aromanya pekat. Rasanya legit. Harganya dibanderol sekitar Rp120.000 hingga Rp180.000 pe kiloigram. Lebih menguntungkan.
"Saya sekaligus ingin memperkenalkan lempok durian asli Sukadana sebagai produk khas Kabupaten Kayong Utara," kata Andi.
Saat ini, ia telah memproduksi sekitar 750 kilogram lempok durian dari hasil kebun duriannya sendiri.
Produk olahan itu menjadi bukti hilirisasi pertanian mampu memberikan nilai tambah sekaligus menjadi solusi nyata saat harga buah segar jatuh.
Untuk memperkuat usaha lokal ini, Andi berharap pemerintah daerah memberikan dukungan nyata. Mulai dari promosi, pelatihan, pendampingan, hingga membuka akses pasar.
"Kami ingin lempok durian asli Sukadana bisa menjadi oleh-oleh khas yang dikenal secara luas. Semoga bisa mengangkat nama Kayong Utara di tingkat nasional," tutupnya.***
Penulis : Fauzi
Editor : -
Tags :

Leave a comment