Tergiur Janji Untung Besar, Warga Kubu Raya Tertipu Bisnis Tiket Pesawat Online hingga Ratusan Juta
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Harapan mendapat keuntungan besar dari bisnis jual beli tiket pesawat online justru berujung kerugian bagi sejumlah warga di Kubu Raya.
Salah satu korban, Kike Kurniawan (29), mengaku kehilangan uang hingga Rp 207.207.720 setelah terjebak bisnis bodong itu.
Kike menjelaskan, dirinya mengenal skema tersebut dari seorang perempuan berinisial AS yang juga dikenalnya sebagai teman.
Dalam penawarannya, korban dijanjikan keuntungan dari selisih harga pembelian tiket pesawat di bawah harga pasar yang kemudian dijual kembali dengan harga normal.
AS menawarkan bisnis jual beli tiket pesawat online dengan harga murah dan dijanjikan keuntungan fantastis.
"Tiket yang dibeli dengan harga murah itu nantinya dijual kembali dengan harga normal, lalu selisihnya menjadi keuntungan,” kata Kike, Selasa (9/6/2026).
Ia mengaku, sempat percaya karena iming-iming keuntungan yang disebut bisa mencapai puluhan juta rupiah dari modal awal yang relatif besar.
“Misalnya saya harus mengeluarkan modal Rp 53 juta, nanti keuntungan yang dijanjikan bisa mencapai Rp 23 juta,” ujarnya.
Untuk meyakinkan korban, pelaku juga menunjukkan perbedaan harga tiket melalui perangkat yang berbeda.
Harga yang ditampilkan di ponsel pelaku disebut jauh lebih murah dibandingkan perangkat milik korban.
“Dia menunjukkan link di handphone pribadinya. Harga tiket di HP dia bisa Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu, sedangkan di HP saya sekitar Rp 1,4 juta,” tuturnya.
Kike mulai menaruh curiga setelah proses pencairan keuntungan yang dijanjikan kerap terlambat dan tidak lagi berjalan seperti awal kesepakatan.
“Awalnya saya tidak merasa bisnis ini janggal. Tetapi belakangan pembayaran mulai telat,” katanya.
Sejak bergabung pada 5 Mei 2026, ia menyebut total dana yang telah disetorkan mencapai lebih dari Rp 207 juta. Ia pun kini telah menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Saya mengikuti proses hukum yang berjalan,” ujarnya.
Korban lainnya, Isnaini Amalia, juga mengaku mengalami kerugian lebih besar hingga Rp 258 juta. Ia mengatakan tidak menaruh curiga karena telah mengenal pelaku selama 11 tahun.
“Saya berteman dengan dia sudah 11 tahun. Justru karena sudah lama kenal, saya percaya,” katanya.
Sementara itu, Polres Kubu Raya telah mengamankan seorang perempuan berinisial AS yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Terduga pelaku diketahui bekerja di kawasan Bandara Internasional Supadio Pontianak.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan,” kata Ade.
Ia menjelaskan, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah korban dan total kerugian yang ditimbulkan.
“Untuk sementara kami belum bisa memberikan informasi lebih dalam karena masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Polisi juga masih menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya korban lain dalam kasus yang diduga berkedok investasi atau bisnis tiket pesawat online itu.
Ade mengimbau, masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor guna membantu proses penyidikan.***
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment