ISPA di Kayong Utara Meningkat, 10 Hari 401 Kasus Ditemukan, Asap Karhutla Ancam Kesehatan
KAYONG UTARA, insidepontianak.com -Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara meningkat tajam.
Dinas Kesehatan setempat mencatat dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir, dari tanggal 1–10 Agustus 2026, sebanyak 401 kasus ditemukan.
"Rata-rata terjadi 40,1 kasus per hari," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara, Fransiska, Selasa (11/8/2026).
Peningkatan ISPA dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas hingga menimbulkan kabut asap parah dan memperburuk kualitas udara.
“Asap dari kebakaran hutan dan lahan meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan masyarakat,” terangnya.
Menurut Fransiska, lonjakan kasus tertinggi terjadi pada hari kelima pemantauan dengan jumlah 61 kasus. Angka tersebut disusul masing-masing 60 kasus pada hari keenam dan kesepuluh.
Berdasarkan sebaran wilayah pelayanan kesehatan, Puskesmas Sukadana mencatat kasus ISPA terbanyak. Jumlahnya mencapai 78 penderita.
Selanjutnya disusul Puskesmas Teluk Batang sebanyak 65 kasus, Sungai Paduan 64 kasus, Teluk Melano 52 kasus, dan di Kecamatan Siduk 43 kasus.
Fransiska mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara, terutama ketika wilayah permukiman mulai diselimuti kabut asap.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polutan yang masuk ke saluran pernapasan.
Selain itu, warga juga perlu mengenali gejala ISPA, seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, hingga demam. Apabila keluhan semakin berat atau berlangsung terus-menerus, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Perbanyak minum air putih, dan segera berobat apabila mengalami gejala ISPA, terutama sesak napas,” pesannya.
Dinas Kesehatan dan KB Kayong Utara menekankan bahwa upaya pengendalian karhutla harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat. Pasalnya, asap karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan warga.***
Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment