Bupati Ketapang Tegaskan Penanganan Karhutla Butuh Kerja Sama Semua Pihak
KETAPANG, insidepontianak.com - Bupati Ketapang Alexander Wilyo memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (2/9/2026).
Rakor tersebut menghasilkan keputusan penting. Status penanganan Karhutla dinaikkan dari siaga menjadi tanggap darurat.
Peningkatan status dilakukan karena kebakaran semakin meluas. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat.
Kabut asap membuat kualitas udara memburuk hingga masuk level berbahaya. Kondisi itu juga mengganggu aktivitas penerbangan karena jarak pandang terbatas.
Dalam menghadapi situasi ini, Alexander meminta seluruh elemen bergerak bersama. Penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Para Camat dan Kepala Desa agar mengambil peran aktif dalam melakukan pencegahan,” pesannya.
Alexander juga meminta pencegahan diperkuat hingga tingkat desa. Sosialisasi dilakukan tidak hanya secara lisan, tetapi melalui pemasangan baliho dan media imbauan lainnya.
“Kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun, termasuk membakar sampah,” tegasnya.
Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Termasuk tokoh agama dan tokoh adat.
“Diharapkan semua elemen masyarakat mesti ikut andil dan berperan aktif, dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa dalam menanggulangi Karhutla,” harapnya.
Peningkatan status menjadi tanggap darurat mempertimbangkan sejumlah indikator. Di antaranya kondisi cuaca ekstrem dan penurunan kualitas udara.
“Beberapa indikator tersebut yang membuat kita mesti menetapkan status saat ini dari Siaga ke Tanggap Darurat,” ujar Repalianto.
Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib, SH, juga meminta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bahu-membahu menangani Karhutla.***
Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment