Bundaran Gaforaya Kubu Raya Jadi Ikon Wisata Baru, Dewan Amri: Parkir dan Traffic Light Masih Jadi PR
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Dulu, pengendara hanya melintas tanpa menoleh. Bundaran yang berada di jantung Kubu Raya itu hanya hamparan rumput, menjadi penanda arah tanpa makna lebih.
Kini, suasananya berubah. Tugu benteng mangrove berdiri di tengah Bundaran Gaforaya, menghadirkan wajah baru ruang publik yang perlahan menjelma menjadi ikon wisata.
Namun di balik daya tarik barunya, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenah, di antaranya lokasi parkir hingga pengaturan lalu lintas.
Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, mengatakan hingga kini masyarakat masih kebingungan menentukan lokasi parkir yang aman dan nyaman, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Untuk sementara, dalam uji cobanya masyarakat memarkirkan kendaraan di atas trotoar di tengah-tengah bundaran.
“Ke depan harus dipikirkan tempat parkir yang aman dan nyaman, karena pasti ramai dikunjungi,” kata Amri, Sabtu (24/1/2026).
Amri menilai, pengunjung Bundaran Gaforaya tak hanya berasal dari Kubu Raya, tetapi juga dari luar daerah di Kalimantan Barat.
Hal ini didukung dengan lokasi bundaran yang strategis, sebab dikelilingi hotel dan pusat perbelanjaan.
Ia membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta di sekitar kawasan, seperti pusat perbelanjaan dan hotel, untuk penyediaan lahan parkir sementara maupun permanen.
“Apakah nanti kerja sama dengan Gaia Mall, hotel di sekitar, atau disiapkan lokasi baru oleh pemerintah daerah, ini bisa didorong agar parkirnya tertata,” usulnya.
Selain itu, Amri menyoroti pengaturan lalu lintas, khususnya keselamatan pejalan kaki yang menyeberang di kawasan tersebut.
Menurut Ketua PKS Kubu Raya itu, pemasangan traffic light atau lampu pengatur lalu lintas perlu dipertimbangkan.
“Kalau untuk keamanan dan kenyamanan, menurut saya perlu traffic light,” tegasnya.
Amri mengingatkan, agar penataan tidak berhenti pada aspek visual semata. Sebab, apabila menjadi ikon dan dipromosikan ke mana-mana, tentu akan mengundang para wisatawan berdatangan.
“Tinggal bagaimana kita menjaga kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan pengaturannya agar tidak menimbulkan kemacetan,” tuturnya.
Dilain sisi, ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilainya sebagai terobosan luar biasa.
Sebab, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Bundaran Transmart kini memiliki identitas baru sebagai ikon mangrove.
Bundaran yang dulu tidak ada apa-apanya, sekarang berubah menjadi ikon mangrove dan berpotensi menjadi ikon wisata Kubu Raya.
“Ini langkah terobosan yang luar biasa,” ujar Amri.
Di samping itu, Amri meyakini hal tersebut telah menjadi bahan kajian pemerintah daerah melalui dinas perhubungan, termasuk kemungkinan pemasangan lampu merah dalam waktu dekat.
“Kalau penataannya matang, Bundaran Gaforaya bisa benar-benar menjadi ikon wisata yang membanggakan Kubu Raya,” pungkasnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment