Kontribusi CSR Perusahaan di Landak Kecil, Bupati Karolin Tegaskan Ini Kepada Perusahaan

6 Maret 2026 12:42 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyoroti masih kecilnya nilai kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) dari perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Landak.

Karolin menyebutkan, berdasarkan catatan Pemkab, total nilai CSR dari puluhan perusahaan di Kabupaten Landak pada tahun 2025 hanya mencapai sekitar Rp3 miliar. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 22 perusahaan yang beroperasi.

“Total nilai CSR di Kabupaten Landak itu sekitar Rp3 miliar lebih. Kalau dibagi ke sekitar 22 perusahaan, rata-ratanya hanya sekitar Rp136 juta per perusahaan,” ujar Karolin, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, angka tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai investasi sejumlah perusahaan yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Ia menilai kontribusi CSR seharusnya lebih proporsional dengan skala investasi yang dimiliki perusahaan.

“Kalau jenis investasinya misalnya di atas Rp100 miliar, masa iya CSR-nya hanya Rp3 juta,” katanya.

Karolin mengingatkan, keberadaan perusahaan di suatu daerah memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap masyarakat sekitar.

Karena itu, ia meminta agar Forum CSR di Kabupaten Landak dapat dioptimalkan untuk memastikan kontribusi perusahaan lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ia juga mengusulkan agar perusahaan dikelompokkan atau diklasterkan berdasarkan skala investasinya. Dengan cara tersebut, pemerintah daerah dapat memonitor kontribusi CSR secara lebih adil dan proporsional.

“Skala perusahaan itu beragam, jadi dibuat kelas atau klaster. Supaya kita bisa memonitor sesuai dengan kondisi perusahaannya,” ujarnya.

Karolin juga meminta Pemkab melakukan pengawasan serta verifikasi terhadap laporan CSR yang disampaikan perusahaan, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Ke depan kita tidak akan sanggup menghadapi tantangan kalau tidak bergotong-royong. Karena itu kontribusi perusahaan melalui CSR harus dioptimalkan,” kata Karolin. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar