Pasca Insiden Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya, KPAD Kubu Raya Beri Pendampingan Psikologis Siswa

4 Februari 2026 14:22 WIB
Aparat kepolisian terlihat masih berjaga di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (4/2/2026).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Insiden pelemparan bom molotov yang mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 3 Sungai Raya mendapat perhatian serius, tak terkecuali Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kubu Raya. 

KPAD Kubu Raya langsung turun melakukan pendampingan psikologis terhadap para siswa yang terdampak, termasuk terduga pelaku.

Ketua KPAD Kubu Raya, Diah Savitri, mengatakan pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut sembari memastikan anak-anak berada dalam kondisi aman.

“Kami masih mendalami kejadian ini. Hari ini juga dilakukan pendampingan psikologi terhadap anak-anak,” kata Diah, Selasa (4/2/2026).

Menurutnya, KPAD berkoordinasi dengan pihak sekolah serta instansi terkait untuk menghadirkan ruang aman bagi siswa, mengingat kejadian tersebut berpotensi menimbulkan trauma.

“Kami memberikan anak tempat yang aman, melakukan pendampingan psikologi, dan langkah-langkah lain agar mereka merasa terlindungi,” ujarnya.

Diah menegaskan, pemulihan kondisi psikologis anak menjadi prioritas utama agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

“Kami ingin anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, suara ledakan keras menghebohkan aktivitas belajar mengajar di SMPN 3 Sungai Raya. Polisi menduga ledakan tersebut berasal dari bom molotov yang dilemparkan oleh terduga pelaku, yang kini telah diamankan.

Meski api tidak sempat merambat ke bangunan utama sekolah, kejadian itu sempat memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru. 

Aparat kepolisian langsung menerjunkan tim Laboratorium Forensik Polda Kalbar bersama tim Inafis Polres dan Polres Kubu Raya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

"Saat ini tim Labfor Polda Kalbar dan Inafis sedang melaksanakan olah TKP,” kata Wakapolres Kubu Raya, Andri Syahroni.

Ia menambahkan, seorang terduga pelaku telah diamankan di Polsek Sungai Raya. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kronologi lengkap dan motif kejadian.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman,” tambahnya.

Andri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami harap masyarakat tetap tenang dan melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang beredar,” pungkasnya.

Hingga ini, sekolah masih diliburkan dan aparat kepolisian masih berada di lokasi kejadian dan proses penyelidikan terus berjalan. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar