SMAN 1 Rasau Jaya Kembalikan Paket MBG Ramadan: Kasihan Anak-anak, Mengecewakan!

25 Februari 2026 12:49 WIB
SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kubu Raya mengembalikan paket MBG Ramadan. (Istimewa))

KUBU RAYA, insidepontianak.com — Keluhan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan juga datang dari SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kubu Raya.

Video keluhan viral di media sosial. Seorang guru memperlihatkan isi paket MBG Ramadan yang diterima pada hari keenam puasa. Komposisinya dianggap tak layak untuk siswa SMA.

“Kasihan anak-anak. Ini mengecewakan,” ujar salah satu guru dalam video.

Paket dibungkus plastik bening. Isinya: setengah jagung rebus, satu piscok, satu bolu kukus, lima kurma, tiga butir kelengkeng, dan satu jeruk.

Tidak terlihat lauk sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe. Guru lain ikut protes. “Seharusnya tidak setengah jagung. Bisa diganti yang lain,” katanya.

Karena itu, pihak sekolah memutuskan mengembalikan MBG yang sudah diantar petugas SPPG.

Paket yang dikemas dalam tas kain biru diangkut kembali ke mobil boks. Pengembalian itu disebut sebagai permintaan tanggung jawab.

Sebab, MBG yang diluncurkan pemerintah harusnya mendukung pemenuhan gizi siswa. Namun nyatanya, menu yang disajikan dinilai tak memenuhi standar.

“Kami tidak menolak programnya. Ini soal komunikasi dan teknis pembagian agar dievaluasi," ucap Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Sugiat.

Protes serupa sebelumnya juga terjadi di SDN 10 Sungai Kakap. Pasalnya di kemasan MBG tertulis: Menu Ramadan Rapelan 3 Hari.

Daftar menu mencantumkan tahu, bakso, ayam ungkep, siomay ayam, telur puyuh, telur ayam, roti abon, hingga roti isi kacang hijau. Faktanya, siswa hanya menerima sebagian. Tanpa pelengkap.

Keluhan yang datang bertubi-tubi itu, hanya direspons normatif oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Region Kalbar, Agus Kurniawi. Alasannya, menu Ramadan memang berbeda.

Mengacu SOP, paket berupa makanan kering. Seperti telur, buah, roti, kurma, atau pangan lokal. Tidak dianjurkan makanan cepat basi atau pedas.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran BGN Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelayanan MBG selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Menu tetap harus memenuhi gizi seimbang dan standar keamanan pangan,” ujarnya.

Agus memastikan program MBG akan terus dievaluasi. Kasus di Kubu Raya menjadi catatan. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak agar kualitas menu sejalan dengan tujuan program.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar