Ramainya Transaksi Pasar Jadi Celah Peredaran Uang Palsu di Ngabang

8 Juni 2026 12:54 WIB
Berpandingan yang asli dan uang mainan (bawah) yang sering digunakan pelaku untuk mengelabui pedagang/IST

LANDAK, Insidepontianak.com – Di tengah ramainya transaksi di pasar tradisional, ancaman uang palsu masih menjadi momok bagi pedagang kecil. Dalam hitungan detik, hasil jualan sehari bisa lenyap hanya karena menerima selembar uang palsu.

Situasi itu yang kini mulai diwaspadai para pedagang buah di Ngabang. Aktivitas jual beli yang berlangsung cepat membuat mereka kerap tidak punya banyak waktu untuk memeriksa uang yang diterima dari pembeli.

Pagi hingga siang, suasana pasar terus dipenuhi orang datang dan pergi. Pedagang sambil melayani pembeli yang bergantian berhenti di lapak mereka, sehingga membuat mereka rentang terhadap peredaran uang palsu.

Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, mengatakan pasar tradisional masih menjadi lokasi yang rentan dimanfaatkan pelaku peredaran uang palsu karena tingginya transaksi tunai.

“Kadang pedagang terlalu fokus melayani pembeli. Situasi pasar yang ramai itu sering dimanfaatkan pelaku untuk menyelipkan uang palsu,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Menurut Zuanda, pedagang kecil menjadi pihak yang paling dirugikan apabila sampai menerima uang palsu. Sebab, kerugian itu harus ditanggung sendiri dan uang tersebut tidak bisa digunakan kembali.

“Bagi pedagang kecil, satu lembar uang palsu tentu sangat merugikan. Apalagi kalau hasil jualannya memang tidak besar,” katanya.

Ia meminta pedagang tidak terburu-buru menerima pembayaran dan mulai membiasakan diri memeriksa kondisi fisik uang sebelum menyimpannya bersama hasil penjualan lainnya.

“Kalau ada uang yang diragukan keasliannya atau menemukan hal mencurigakan, segera laporkan. Jangan sampai uang palsu terus beredar dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar