132 Titik Panas Terpantau, Karhutla di Kubu Raya Kembali Meluas
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya semakin nyata.
Memasuki hari ketiga penanganan, kebakaran dilaporkan meluas di sejumlah wilayah seiring meningkatnya jumlah titik panas yang terdeteksi.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, terdapat 132 titik panas di Kabupaten Kubu Raya pada Selasa (24/3/2025).
Dari jumlah tersebut, 9 titik kategori rendah, 122 kategori sedang, dan 1 titik kategori tinggi.
Peningkatan hotspot ini menjadi sinyal awal meningkatnya potensi karhutla di tengah kondisi cuaca kering yang mulai mendominasi wilayah Kalbar.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalbar, Sutikno, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan pada periode 25–31 Maret.
“Waspada potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalbar,” kata Sutikno, Rabu (25/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah titik panas di Kalimantan Barat mencapai 559 titik, terdiri dari 28 kategori rendah, 508 kategori sedang, dan 23 kategori tinggi.
Meski demikian, BMKG memprediksi hujan ringan masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah provinsi ini.
Sementara itu, Kepala BPBD Kubu Raya, Arianto, mengatakan kondisi kebakaran di lapangan semakin meluas karena beberapa titik api kini mulai menyatu.
“Ini sudah hari ketiga, dan titik api dari beberapa arah bertemu sehingga area kebakaran semakin luas,” katanya.
Tim gabungan saat ini fokus melakukan pemadaman di sejumlah wilayah terdampak seperti Sungai Raya, Punggur Kecil, Rasau Jaya Umum, Limbung, hingga Batu Ampar.
Arianto mengungkapkan, musim kering menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman, terutama karena keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.
“Kendala utama kita sumber air. Saat musim kering seperti sekarang cukup sulit mendapatkan suplai air,” jelasnya.
Selain itu, peralatan pemadam yang mulai mengalami kerusakan akibat penggunaan intensif juga menjadi hambatan di lapangan.
Sejumlah selang pemadam milik relawan Damkar dan BPBD tetap digunakan meski kondisinya tidak lagi optimal.
“Banyak selang sudah rusak, tapi tetap kita gunakan sepanjang masih bisa dipakai,” tambahnya.
BPBD Kubu Raya bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan guna mencegah kebakaran semakin meluas di tengah meningkatnya jumlah titik panas di wilayah tersebut. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment