Kemarau Melanda, Karhutla Mengancam, Pemkab Kubu Raya Siapkan Embung di Titik Rawan

25 Maret 2026 15:35 WIB
Kebakaran lahan di Sungai Raya Kubu Raya. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Musim kemarau mulai melanda Kalimantan Barat. Cuaca panas memicu kekeringan. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun meningkat.

Kubu Raya menjadi salah satu daerah rawan. Sebab, wilayahnya memiliki lahan gambut terluas di Kalbar. Jumlahnya mencapai lebih dari 500 hektare.

Kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Raya menjadi kawasan yang kerap dilanda kebakaran saat musim panas. Untuk mengantisipasi, Pemkab Kubu Raya menyiapkan langkah pencegahan. 

Salah satunya membangun embung atau tampungan air di titik rawan. Tujuannya untuk menjaga lahan tetap lembap maupun memudahkan petugas saat pemadaman bila kebakaran lahan terjadi.

“Sering kali kebakaran sudah di depan kita, tapi sumber air tidak ada. Karena itu, embung akan kita bangun,” kata Sujiwo saat meninjau lokasi kebakaran lahan di Sungai Raya Dalam, Rabu (25/3/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau tahun ini datang lebih awal, yakni awal April 2026.

Karena itu, BPBD Kubu Raya bersama dinas terkait mulai memetakan wilayah rawan karhutla. Di titik rawan itu akan segera dibuat embung. Beberapa kawasan prioritas antara lain Sungai Raya Dalam, sekitar bandara, hingga jalur menuju Rasau Jaya.

 

“Kita akan gali beberapa titik sebagai sumber air,” jelas Sujiwo.

Pembangunan embung menjadi bagian dari kesiapsiagaan sebelum puncak kemarau datang. Ia menegaskan penanganan karhutla tidak boleh lagi bersifat reaktif.

“Jangan tunggu kebakaran besar baru bergerak. Persiapan harus dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Selain itu, dukungan terhadap personel pemadam juga diperkuat. Mulai dari BPBD, damkar pemerintah dan swasta, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Peralatan juga akan ditingkatkan. Pemkab berencana membantu pengadaan selang dan peremajaan mesin pemadam tanpa menunggu APBD Perubahan.

Di sisi lain, masyarakat terus diedukasi agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Sebab, sebagian besar kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia.

“Kami mohon masyarakat tidak membakar lahan. Ini tanggung jawab bersama agar karhutla tidak terjadi masif di Kubu Raya,” pungkasnya.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar