Perumda Aneka Usaha Kubu Raya Ini Targetkan Mandiri dalam Tiga Tahun, Siapkan 10 Core Business

1 April 2026 15:40 WIB
Direktur Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Kubu Raya, Uray Emma Yani Aries. (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Kubu Raya mulai memantapkan arah pengembangan bisnisnya dengan menargetkan kemandirian usaha dalam tiga tahun ke depan. 

Adapun sedikitnya 10 core business (aktivitas usaha) akan dijalankan secara bertahap pada tahun depan. 

Sejumlah sektor disiapkan. Di antaranya, usaha coffee shop dan restoran, penyediaan alat tulis kantor (ATK), perlengkapan umum, perikanan, sembako dan percetakan.

"Hingga pengadaan pipa dan bahan kimia untuk kebutuhan PDAM maupun BUMD lainnya," kata Direktur Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Uray Emma Yani Aries, Rabu (1/4/2026).

Ia mengatakan, seluruh pengembangan usaha dilakukan berdasarkan kajian pasar dan analisis prospek bisnis yang relevan dengan potensi daerah di Kubu Raya.

“Kami terus melakukan kajian pasar dan melihat prospektus usaha yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Pada tahun pertama, perusahaan daerah ini fokus membangun fondasi bisnis sekaligus menyiapkan sejumlah unit usaha strategis.

Di samping itu, Emma mengungkapkan, tahap awal pengembangan perusahaan masih berada pada fase perintisan, sehingga penguatan dasar usaha menjadi prioritas utama.

“Tahun pertama ini karena kita masih perintis, maka yang kita siapkan adalah pondasinya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kehadiran Perumda tidak dimaksudkan menjadi pesaing bagi pelaku UMKM lokal. 

Sebaliknya, perusahaan daerah justru diarahkan sebagai penggerak ekosistem ekonomi dan mitra pertumbuhan usaha masyarakat.

“Perumda ini tidak hadir untuk bersaing dengan UMKM yang sudah ada, tetapi untuk tumbuh bersama," jelasnya.

Bentuk dukungan yang disiapkan antara lain pendampingan legalitas usaha, penguatan kemasan produk, digital marketing, hingga digital branding. 

Sementara bagi pelaku usaha skala menengah yang potensial, Perumda akan mendorong kemitraan strategis agar produk lokal mampu menembus pasar internasional.

"Fokus kami juga meningkatkan kapasitas UMKM,” tambah Emma.

Di sisi lain, Emma mengungkapkan penyertaan modal pemerintah daerah telah diatur melalui Peraturan Daerah dengan total nilai mencapai Rp4,14 miliar untuk tiga tahun.

Rinciannya, sebesar Rp2,14 miliar dialokasikan pada tahun pertama, kemudian masing-masing Rp1 miliar pada tahun kedua dan ketiga.

Ia menargetkan, Perumda pada tahun pertama sudah dapat balik modal, agar ke depan tak lagi membebani penyertaan modal daerah dan justru mampu memberikan kontribusi PAD

“Kami menargetkan di tahun pertama sudah bisa BEP (break even point),” ucapnya.

Karena itu, ia berharap, keberadaan Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia tak hanya menghasilkan keuntungan bisnis.

Namun juga, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan peluang usaha dan penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Kubu Raya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar