Karolin Minta KONI Hentikan Praktik Datangkan Atlet dari Luar Daerah

9 Juni 2026 16:13 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa/IST

NGABANG, Insidepontianak.com - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak menghentikan praktik mendatangkan atlet dari luar daerah demi mengejar prestasi instan.

Ia menegaskan pembinaan olahraga ke depan harus berfokus pada putra-putri asli Kabupaten Landak.

Pernyataan tersebut disampaikan Karolin saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) VI KONI Kabupaten Landak di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Selasa (9/6/2026).

Menurut Karolin, keberhasilan meraih medali tidak akan berarti banyak apabila dicapai dengan mengandalkan atlet yang bukan hasil pembinaan daerah sendiri.

"Kita mungkin bisa menang, dapat 100 medali, tapi atletnya beli semua. Jadi saya bilang stop itu semua, ke depan kita hanya akan pakai putra daerah Kabupaten Landak," kata Karolin.

Ia menilai penggunaan atlet dari luar daerah tidak sejalan dengan tujuan pembinaan olahraga yang seharusnya memberi ruang bagi atlet lokal untuk berkembang dan berprestasi.

Karolin juga mengingatkan bahwa pembinaan dan pengiriman atlet ke berbagai ajang olahraga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari uang masyarakat.

Karena itu, menurut dia, anggaran olahraga harus memberi manfaat langsung bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Landak.

Ia meminta cabang-cabang olahraga tidak memaksakan target prestasi dengan cara instan apabila belum memiliki atlet yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Selain menekankan pembinaan atlet lokal, Karolin juga mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran olahraga di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.

"Penggunaan anggaran harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Landak," ujarnya.

Karolin mengatakan pemerintah daerah tetap terbuka untuk berdiskusi dengan pengurus cabang olahraga guna mencari formulasi pembinaan yang tepat tanpa mengabaikan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari kemampuan melahirkan atlet-atlet daerah yang mampu berkembang secara berkelanjutan. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar