Pertalite Langka di Ketapang, Rasmidi Desak Pertamina Gerak Cepat Atasi

23 Juli 2026 14:57 WIB
Anggota DPRD Kalbar, Rasmidi. (Istimewa)

KETAPANG, insidepontianak.com – Anggota DPRD Kalimantan Barat, Rasmidi, mendesak Pertamina gerak cepat mengatasi kelangkaan Pertalite di Kabupaten Ketapang.

Kondisi itu sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Membuat situasi sosial tidak kondusif. Warga resah. Antrean mengular di sejumlah SPBU.

Rasmidi menilai, salah satu pemicu antrean panjang terjadi akibat pengecer Pertalite tak lagi diperbolehkan berjualan.

“Padahal, pada dasarnya masyarakat menginginkan BBM selalu tersedia. Yang paling penting stok ada. Pengecer bisa menjual, sehingga masyarakat tak perlu berjam-jam mengantre,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Persoalan ini diharapkan segera dibereskan. Pertamina harus mengevaluasi pemetaan kuota harian hingga bulanan dengan perhitungan yang tepat.

"Seharusnya tidak ada lagi alasan klasik seperti keterlambatan pengiriman membuat BBM langka. Perencanaan mestinya sudah dipetakan dengan baik," tegas legislator dapil Ketapang-Kayong Utara itu.

Mengingat situasi ini rentan dimanfaatkan oknum tertentu, ia juga mendesak aparat meningkatkan pengawasan di setiap SPBU untuk mencegah praktik penimbunan.

Di sisi lain, Pertamina diminta menambah kuota BBM di Ketapang karena luas wilayahnya mencapai 1,5 kali Pulau Jawa dan laju pertumbuhan kendaraan sangat pesat.

Berdasarkan data, penjualan sepeda motor baru mencapai 18 ribu hingga 19 ribu unit per tahun. 

Dari jumlah itu, 97 persen kendaraan merupakan milik warga lokal karena daerah ini bukan jalur transit.

Sementara itu, aktivitas ekonomi pedalaman sangat bergantung pada BBM. Atas dasar itu, pembatasan lima liter per kendaraan dinilai tidak realistis.

“Kuota BBM harus disesuaikan dengan pertumbuhan kendaraan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Terlebih lagi, Ketapang kini menjadi lokasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memerlukan kepastian pasokan energi agar roda pembangunan tidak terhambat.

Rasmidi pun mengapresiasi langkah cepat Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang langsung menyurati Gubernur Kalbar dan berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan Pertalite.

"Semoga langkah cepat Bupati ini direspons serius oleh Pemprov Kalbar," harapnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar