Pemkab Landak Siapkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan Lapas

23 Juli 2026 14:05 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri. (Insidepontianak.com/Wahyu)

LANDAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Landak berencana memperluas jangkauan Program Gerakan Bangkit Anak Putus Sekolah (Gerbang Asa).

Gerbang Asa akan menyasar warga binaan lembaga pemasyarakatan yang belum menyelesaikan pendidikan dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan pihak Rutan karena masih ada warga binaan tak tamat SD.

"Sesuai laporan Kepala Rutan, ada sekitar 199 orang warga bianaanya yang belum tamat SD," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, sekitar 30 orang masih berusia di bawah 21 tahun, sedangkan 77 orang lainnya berusia di atas 21 tahun. Data ini akan diverifikasi sebelum program dijalankan.

Karena seluruh peserta berada di dalam Lapas, Dinas Pendidikan menyiapkan skema pembelajaran melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau program pendidikan kesetaraan.

Sebelum didaftarkan, setiap warga binaan akan melalui proses validasi identitas dan riwayat pendidikan.

"Nanti kita validasi dulu NIK-nya, kemudian kita cari nomor KK-nya, baru kita lihat nomor NISN-nya," kata Samsul.

Setelah seluruh data dinyatakan lengkap dan sesuai, peserta akan dimasukkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga dapat mengikuti pendidikan kesetaraan secara resmi.

Melalui mekanisme tersebut, warga binaan tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan dasar meskipun sedang menjalani masa pembinaan.

Pendidikan melalui PKBM diberikan gratis tanpa dipungut biaya. Program ini diharapkan membuka kesempatan yang sama bagi warga binaan untuk memperoleh ijazah kesetaraan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.***


Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar