Lagi, Lahan Dekat SMA Negeri 4 Sungai Raya Terbakar, Tiga Hektare Gambut Dilalap Api

23 Juli 2026 15:40 WIB
Tim gabungan saat memadamkan lahan yang terbakar di sekitar kawasan SMA Negeri 4 Sungai Raya, Kubu Raya/IST

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di kawasan sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya, Kubu Raya. 

Hamparan lahan gambut di Jalan Parit Paeran, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, yang hampir setiap tahun menjadi langganan kebakaran, kembali terbakar, Kamis (23/7/2026).

Sedikitnya tiga hektare lahan dilalap api. Kobaran hanya berjarak belasan meter dari kompleks sekolah, sehingga petugas gabungan bergerak cepat melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan.

Ancaman karhutla diperkirakan masih akan meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kering dengan curah hujan rendah berlangsung pada Juli hingga September.

Kondisi itu membuat Kubu Raya menjadi salah satu wilayah paling rawan karhutla di Kalimantan Barat. 

Sebab, selain memasuki musim kemarau, kabupaten ini memiliki bentang lahan gambut yang sangat luas, diperkirakan mencapai 342.984 hingga 523.174 hektare, sehingga api mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika turun langsung memimpin proses pemadaman bersama BPBD, relawan, dan unsur terkait. 

Petugas memprioritaskan penyekatan api di sisi yang mengarah ke lingkungan sekolah. Tak hanya di Sungai Raya, kebakaran juga terjadi di depan Perumahan Candramidi, Desa Rasau Jaya III. Sekitar enam hektare lahan gambut ikut terbakar hingga mendekati permukiman warga.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan meski kobaran api sudah padam, proses penanganan belum selesai karena bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

“Api di permukaan sudah padam, tetapi bara di dalam gambut masih ada,” kata Ade.

Menurutnya, pendinginan terus dilakukan agar api tidak kembali muncul. Polres Kubu Raya juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab karhutla yang terus berulang setiap musim kemarau.

“Jangan membuka lahan dengan membakar. Jika sengaja menyebabkan kebakaran, akan kami tindak tegas,” tegas Ade.

Hingga ini, personel gabungan masih bertahan di kedua lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul dari dalam lapisan gambut. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar