Batu Ampar Belum Lepas dari Jerat Narkoba, Polisi: Berkali-kali Jadi Tujuan Peredaran

6 Juli 2026 13:05 WIB
LJ alias Koko (54) kurir sabu wilayah Batu Ampar saat diinterogasi di Polres Kubu Raya, Senin (6/7/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya kembali tercatat sebagai tujuan peredaran narkotika yang berhasil digagalkan Satresnarkoba Polres Kubu Raya. 

Kondisi ini menjadi alarm serius, sebab wilayah tersebut berulang kali muncul dalam pengungkapan kasus sabu sepanjang tahun 2026.

Pengungkapan terbaru terhadap LJ alias Koko (54) semakin menguatkan fakta bahwa Batu Ampar masih menjadi pasar yang diincar jaringan pengedar.

“Beberapa kali kami mengungkap kasus, tujuannya Batu Ampar lagi. Sudah lebih dari lima kali,” kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, Senin (6/7/2026)

Terbaru, polisi menangkap Koko di Dermaga Gang Anggrek Putih, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (1/7/2026). 

Dari tangan residivis kasus narkoba itu, polisi menyita sabu seberat bruto 14,9 gram yang disembunyikan di dalam kemasan permen lolipop.

Menurut Ade, modus tersebut dipilih agar barang haram itu lolos dari pemeriksaan petugas saat dibawa menuju Batu Ampar.

“Pelaku menyembunyikan sabu di bungkus lolipop untuk mengelabui petugas,” katanya.

Yang menjadi perhatian kepolisian bukan hanya modusnya, tetapi juga tujuan pengiriman yang hampir selalu sama.

Ade menungkapkan, penyidik masih mendalami penyebab Batu Ampar terus menjadi sasaran.  Salah satu dugaan sementara ialah kondisi geografis wilayah tersebut yang cukup jauh sehingga dimanfaatkan jaringan pengedar.

“Kenapa Batu Ampar terus menjadi tujuan, itu masih kami dalami,” ucapnya.

Selain itu, dari beberapa kasus yang pernah diungkap, polisi juga menemukan adanya pengguna yang beralasan mengonsumsi sabu untuk meningkatkan stamina saat bekerja. 

Namun, kepolisian belum menyimpulkan faktor tersebut sebagai penyebab utama tingginya peredaran narkotika di kawasan itu.

Karena itu, Polres Kubu Raya menilai penanganan persoalan narkoba di Batu Ampar tidak cukup hanya melalui penegakan hukum.

“Ini menjadi pekerjaan bersama. Perlu peran pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga untuk mencegah peredaran narkoba,” tegas Ade.

Polisi memastikan penyelidikan terhadap jaringan LJ alias Koko masih terus berlangsung. 

Satresnarkoba kini memburu kemungkinan adanya pelaku lain yang memasok narkotika ke wilayah Batu Ampar, sekaligus memetakan jalur distribusi yang selama ini digunakan para pengedar. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar