Sujiwo Pastikan Proyek Air Bersih Rp87 Miliar Dimulai, Target Layani 7.000 Sambungan Baru

10 Juli 2026 13:56 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat meninjau langsung lokasi proyek SPAM Arang Limbung di Jalan Adi Sucipto.

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan Sungai Raya yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan air bersih. 

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya memastikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Arang Limbung di Jalan Adi Sucipto segera dimulai, dengan nilai pekerjaan sekitar Rp87 miliar.

Proyek itu ditargetkan selesai pada September 2027 mendatang. Dan diperkirakan dapat melayani sekitar 7.000 sambungan baru.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan proyek tersebut telah mendapat kepastian pendanaan sehingga tidak lagi sebatas rencana. 

Menurutnya, pembangunan akan menjadi solusi atas persoalan distribusi air bersih yang selama ini menjadi salah satu keluhan terbesar masyarakat.

“Ini bukan rencana lagi, tapi sudah pasti pelaksanaannya,” kata Sujiwo, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, proyek tersebut terdiri dari pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan pendukung senilai sekitar Rp58 miliar serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) sekitar Rp29 miliar.

“Total anggarannya kurang lebih Rp87 miliar,” ujarnya.

Sujiwo mengatakan, keberadaan proyek itu akan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kecamatan Sungai Raya sekaligus membuka kesempatan bagi ribuan warga yang selama ini masih menunggu sambungan baru.

“Nanti setelah pembangunan selesai ada potensi sekitar 7.000 sambungan baru. Jadi pelayanan dipastikan jauh lebih baik,” ucapnya.

Menurut Sujiwo, proyek tersebut tidak mungkin dibiayai menggunakan APBD Kubu Raya, karena nilai anggarannya sangat besar. 

Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Ia mengaku, terus membangun komunikasi dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, agar kebutuhan masyarakat Kubu Raya terhadap air bersih mendapat perhatian.

“Kalau mengandalkan APBD, kita tidak akan mampu. Karena itu saya terus berjuang meminta bantuan pemerintah pusat,” jelasnya.

Di samping itu, ia juga meminta Perumda Tirta Raya dan kontraktor pelaksana bekerja cepat agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu manfaat proyek tersebut.

“Kalau bisa cepat, kenapa harus dibuat lambat. Saya minta komunikasi terus dijaga agar pekerjaan berjalan sesuai target,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, tingginya harapan masyarakat terhadap layanan air bersih terlihat dari banyaknya aduan yang masuk melalui berbagai saluran komunikasi pemerintah.

“Hampir setiap hari masyarakat menyampaikan keluhan soal air bersih, baik lewat WhatsApp, telepon, audiensi maupun Halo Bupati. Itu menunjukkan kebutuhan masyarakat memang sangat besar,” ujarnya.

Bahkan, berdasarkan hasil survei yang dimiliki pemerintah daerah, pelayanan air bersih menjadi kebutuhan prioritas kedua masyarakat setelah pembangunan infrastruktur jalan.

“Setelah infrastruktur, pelayanan air bersih menjadi kebutuhan yang paling banyak diharapkan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, mengatakan proyek tersebut akan menambah kapasitas produksi air sebesar 100 liter per detik.

Tambahan kapasitas itu akan difokuskan untuk memperbaiki layanan di kawasan yang selama ini mengalami defisit pasokan, terutama Sungai Raya Dalam.

“Prioritasnya Sungai Raya Dalam karena menjadi wilayah dengan pelanggan terbanyak sekaligus masih kekurangan pasokan air,” ujarnya.

Selain Sungai Raya Dalam, peningkatan layanan juga akan menjangkau Parit Baru, Arang Limbung, Kuala Dua, Teluk Kapuas hingga kawasan Bandara Supadio.

Menurut Harmawan, tambahan kapasitas produksi tersebut sebenarnya mampu melayani sekitar 10.000 sambungan rumah. Namun sekitar 3.000 sambungan akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan lama, sedangkan sekitar 7.000 sambungan baru akan dibuka.

“Jadi sekitar 3.000 sambungan untuk memperbaiki kualitas layanan yang ada, sementara sekitar 7.000 sambungan baru akan kami layani,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah proyek selesai, Perumda Tirta Raya juga akan kembali membuka komunikasi dengan sejumlah kawasan strategis.

Di antaranya, Bandara Supadio, Lanud Supadio, hingga kawasan Ciputra yang sebelumnya belum bisa dilayani akibat keterbatasan kapasitas produksi.

Dengan tambahan infrastruktur tersebut, Pemkab Kubu Raya berharap persoalan air bersih yang selama ini menjadi pekerjaan rumah di wilayah Sungai Raya dapat teratasi secara bertahap, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar