Kualitas Udara Berbahaya, Polres Kubu Raya Kerahkan 160 Personel Padamkan Karhutla
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Polres Kubu Raya mengerahkan 160 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelibatan aparat kepolisian dalam jumlah besar ini merupakan bagian dari Operasi Amanusa II untuk menghadapi situasi kontingensi maupun tanggap darurat bencana alam.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson mengatakan, sebanyak 100 personel yang diterjunkan berasal dari Polres dan Polsek jajaran.
“Sementara 60 personel lainnya merupakan bantuan BKO dari Mako Brimob maupun satuan Brimob Polda lain,” jelasnya usai memimpin apel gelar pasukan operasi Amanusa II, Kamis (27/8/2026).
Selain 160 personel tersebut, Polres Kubu Raya juga mendapat bantuan enam personel dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau PTIK.
Mereka akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla serta konsekuensi pidana bagi pelaku pembakaran lahan.
Penanganan karhutla dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni hingga relawan pemadam kebakaran.
Pengerahan kekuatan dengan jumlah personel yang lebih banyak bertujuan mempercepat penanggulangan. Sebab, kualitas udara Kubu Raya akibat asap karhutla kian memburuk.
Data pengukuran BMKG Kubu Raya pada Kamis, 27 Agustus 2026, konsentrasi PM2.5 pada pukul 06.00 WIB mencapai 339,2 µg/m³. Konsentrasi tersebut masuk kategori berbahaya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan partikulat.
“Apabila keluar dari rumah agar menggunakan masker supaya menghindari terjadinya penyakit paru-paru ataupun ISPA yang membahayakan untuk kesehatan,” pesan Rensa.
Di lain sisi, ancaman karhutla di Kubu Raya juga tak lepas dari karakteristik wilayahnya yang memiliki kawasan gambut luas yang mencapai 342 ribu hingga 523 ribu hektare.
Kondisi gambut yang mudah terbakar dan api yang dapat menjalar hingga lapisan bawah tanah membuat penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Polres Kubu Raya pun menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi masyarakat, selain melakukan pemadaman terhadap titik-titik api.***
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment