Masker Diburu Saat Karhutla, Produsen Lokal Kubu Raya: Jangan Dicari Saat Mendesak Saja

1 September 2026 15:52 WIB
Ruang produksi masker di PT Insight Medica Fame, Selasa (1/9/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Masker kembali menjadi barang yang banyak dicari masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Lonjakan permintaan itu dirasakan langsung PT Insight Medica Fame (PT. IMF), salah satu produsen masker yang beroperasi di  Kubu Raya.

Owner perusahaan, Chris Hamsi mengatakan, permintaan masker meningkat tajam terutama dalam sepekan terakhir.

Kondisi itu, membuat pihaknya harus menambah kapasitas produksi hingga menerapkan dua shift kerja.

“Ketika adanya kejadian karhutla ini kami mulai kewalahan karena permintaan masyarakat sangat besar sekali,” kata Chris, Selasa (1/9/2026).

Menurut Chris, tingginya permintaan bahkan membuat sejumlah masyarakat harus masuk daftar tunggu untuk mendapatkan masker.

“Permintaan melonjak terutama di minggu ini, karena masyarakat sudah mulai merasakan dampak karhutla. Ini saja daftar tunggunya banyak untuk mendapatkan masker,” ungkapnya.

Meski demikian, Chris memastikan, bahan baku masih mencukupi. Pihaknya juga memprioritaskan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Kita tetap mengutamakan yang di daerah dulu,” tegasnya.

Karhutla Hidupkan Lagi Produksi Masker

Meningkatnya kebutuhan masker akibat karhutla sekaligus membuat PT. IMF kembali menghidupkan produksinya.

Pasalnya, perusahaan sempat berhenti memproduksi masker setelah pandemi Covid-19 berakhir. Penurunan permintaan membuat aktivitas produksi ikut terhenti.

“Sejak pandemi kami sempat tidak produksi karena permintaan berkurang dan baru bulan ini kami mulai beroperasional kembali karena kebutuhan mendesak seperti ini,” kenang Chris.

Kini, ketika masyarakat kembali membutuhkan masker, industri lokal tersebut kembali bergerak memenuhi permintaan.

Chirs memastikan, pihaknya siap mendukung kebutuhan masker selama kondisi karhutla masih berlangsung.

Namun, ia berharap perhatian terhadap industri lokal tidak hanya datang ketika kondisi sedang darurat.

Sebab, ketika masker mendesak dibutuhkan, produsen lokal dicari. Tetapi ketika kondisi sudah baik-baik saja, jangan sampai kembali dilupakan.

“Kita siap support, tapi setelah kejadian karhutla ini kita berharap agar masyarakat dan pemerintah tidak melupakan perusahaan kami dan menjadi perhatian dari pemerintah,” harapnya.

Di sisi lain, Chris mengungkapkan, PT IMF selama ini berupaya memberikan dukungan ketika terjadi kondisi darurat, termasuk dengan memberikan bantuan masker saat terjadi kebakaran.

“Biasanya kami juga ketika ada kejadian misalnya kebakaran seperti ini, kami selalu ingat, kami biasanya juga memberikan bantuan pertama kali,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap setelah kondisi karhutla mereda, pemerintah tetap memberikan ruang bagi produk-produk lokal dalam pengadaan kebutuhan. 

"Produk kami juga susah yang tersedia di e-katalog (platform belanja pemerintah)," ungkapnya.

Menurut Chris, membeli produk daerah berarti ikut menjaga keberlangsungan industri lokal agar tetap hidup dan mampu berproduksi di Kalbar.

“Harapannya ketika nanti kondisi normal, semoga mereka bisa membeli produk daerah,"tuturnya.

"Karena dengan membeli produk daerah artinya membantu kami mempertahankan industri ini ada terus di Kubu Raya khususnya dan Kalbar secara umumnya,” tambah Chris.

Ia berharap, dukungan tersebut membuat industri masker lokal tetap bertahan, sehingga ketika masyarakat kembali membutuhkan masker dalam kondisi darurat, kapasitas produksi sudah siap.

“Sehingga moga-moga kita bisa melayani produksi masker dan yang lain-lain ini untuk warga Kalbar,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar