Imlek di Ngabang: Lampion Menyala, Kuliner Berpadu, Harmoni Dirayakan
LANDAK, insidepontianak.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kabupaten Landak akan dipusatkan di Kecamatan Ngabang.
Kota kecil ini mulai bersolek. Merah mendominasi. Ratusan lampion sudah menggantung di sudut-sudut Pasar Jati.
Saat malam tiba, cahaya lampu memantul di antara kios-kios dan keramaian. Menciptakan suasana hangat dan meriah.
Panggung hiburan rakyat pun disiapkan. Menjadi ruang perjumpaan lintas budaya. Pelaku UMKM juga diberi tempat untuk berdagang.
“Area kuliner akan menjadi pusat keramaian pada malam hari,” ujar Sekretaris Panitia Imlek Ngabang, Liong Candra, Rabu (4/2/2026).
Persiapan perayaan disebut telah mencapai 90 persen. Rangkaian acara dimulai sejak 5 Februari 2026. Panggung hiburan rakyat dibuka untuk umum.
Siapa pun boleh tampil. Warga dari berbagai latar belakang dipersilakan membaur. Menikmati hidangan. Menikmati kebersamaan.
Puncak perayaan digelar 22–24 Februari. Sehari sebelumnya, dua ekor naga dari Sungai Pinyuh akan tampil. Atraksi ini dijadwalkan menjadi magnet utama pengunjung.
Pada 23 Februari, panggung budaya juga akan menampilkan tarian dari lima etnis: Tionghoa, Dayak, Melayu, Jawa, dan Batak. Sebuah simbol harmoni dalam keberagaman.
“Puncak acara 24 Februari akan diisi artis dari Singkawang dan Pontianak,” kata Candra.
Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Landak, Bernadinus Mariadi, menyebut perayaan Imlek telah menjadi agenda budaya.
“Ini bukan perayaan satu kelompok. Ini ruang perjumpaan seluruh etnis,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga suasana tetap kondusif. Dukungan warga disebut menjadi kunci suksesnya acara.
“Kami berterima kasih atas keterlibatan semua pihak,” ucapnya.
Bagi Bernadius, Imlek di Ngabang bukan sekadar ritual tahunan. Tapi pesta rakyat. Lampion, kuliner, budaya, dan musik menyatu. Di bawah cahaya merah, harmoni lima etnis dirayakan bersama.***
Penulis : Ya Wahyu
Editor : Abdul Halikurrahman
Tags :

Leave a comment