Warga Sukadana Protes, Air Bersih Mampet, Tagihan Jalan Terus Tiap Bulan

17 Maret 2026 03:58 WIB
Warga membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Pasokan air bersih ke rumah warga di Kecamayan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, masih bermasalah. Air sering tak mengalir. Namun tagihan tetap datang setiap bulan.

Meteran air sudah terpasang sejak Desember 2025. Sejak itu pula warga diwajibkan membayar retribusi sesuai aturan dalam peraturan daerah.

Masalahnya, pelayanan air tak kunjung membaik. Bahkan tak jarang pipa hanya mengeluarkan angin, meski mesin penyedot sudah dinyalakan.

“Di meterannya tetap mutar, tapi yang keluar cuma angin,” keluh Desi, warga Desa Pangkalan Buton, Senin (16/3/2026).

Menurut Desi, tagihan air tetap tercatat setiap bulan. Padahal pasokan air yang diterima warga justru semakin sulit. Karena itu, ia meminta pemerintah segera memperbaiki kondisi tersebut.

“Kalau tidak, lebih baik meterannya dikembalikan saja. Soalnya sebelumnya air tidak pernah bermasalah,” ancamnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Dusun Simpang Empat, Desa Pangkalan Buton, Andi. Ia menyebut keluhan warga mulai muncul sejak pemasangan meteran air.

Menurutnya, sekitar 70 persen warga di dusunnya kini kesulitan mendapatkan air bersih dari jaringan pipa yang disediakan pemerintah.

“Air jarang mengalir, tapi masyarakat tetap membayar tagihan setiap bulan,” ujarnya. 

Ia menambahkan, nominal tagihan warga bervariasi. Bahkan ada yang mencapai Rp400 ribu per bulan. Tak sebanding dengan pelayanan yang diberikan. 

Ironisnya, warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan mesin penyedot air yang membutuhkan listrik yang relatif besar.

“Jadi dua kali pengeluaran setiap bulan,” ujarnya.

Kepala UPT Air Bersih Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara, Hermawan, mengatakan gangguan distribusi dipicu menurunnya debit air di sumber penampungan.

“Kendala sekarang karena debit air di gunung sudah kecil,” katanya.

Alasan itu tetap saja tak sepenuhnya dapat dimaklumi. Sebab, pemerintah punya tanggung jawab menyediakan layanan air bersih kepada para pelanggan yang setiap bulan ditagih membayar beban.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar