Bukan Bunuh Diri, Veronika Diduga Dihabisi, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Setelah 2 Bulan Penyelidikan
LANDAK, insidepontianak.com – Misteri kematian Veronika Afriyana Iskandar alias Veggie terkuak. Warga Ngabang, Kabupaten Landak itu, diduga bukan tewas karena bunuh diri.
Jasad Veronika sebelumnya ditemukan tergantung pada 7 April 2026. Namun, peristiwa itu belakangan diduga hanya siasat untuk mengaburkan fakta.
Kini, tabir gelap penyebab kematian Veronika perlahan tersingkap. Ia diduga dibunuh. Polisi telah menemukan indikasi kuat tindak pidana itu.
Terduga pelaku berinisial VP (44) sudah ditangkap oleh Satreskrim Polres Landak. Tanpa perlawanan. Ia dibekuk di rumahnya, Kamis kemarin.
"Kami sudah menetapkan tersangka sesuai surat perintah penangkapan," kata Kasat Reskrim Polres Landak, AKP Kuswiyanto, Jumat (12/6/2026).
Kasus ini terbongkar karena keluarga korban sejak awal menaruh curiga. Mereka menolak percaya Veronika sengaja mengakhiri hidup.
Lantas, kecurigaan tersebut dilaporkan ke polisi. Dari laporan itu, Satreskrim Polres Landak melakukan penyelidikan mendalam.
Polisi butuh waktu hampir dua bulan untuk mengurai kasus ini. Olah TKP ulang dilakukan. Saksi-saksi diperiksa maraton. Puncaknya, jasad Veronika diautopsi.
Hasil kedokteran forensik pun mengungkap kecurigaan awal. Dokter tidak menemukan ciri-ciri kematian akibat gantung diri.
“Artinya ada penyebab lain dari kematian korban, sehingga kasus ini kami dalami," jelas Kuswiyanto.
Polisi bergerak cepat. Penyidikan ditingkatkan. Metode Scientific Crime Investigation (SCI) diterapkan. Lewat pembuktian ilmiah, titik terang didapat.
Seluruh bukti mengarah kuat pada keterlibatan seorang pria berinisial VP dalam tindak pidana dugaan pembunuhan terhadap Veronika.
Bukti yang dikantongi penyidik diklaim sangat banyak. Semuanya saling menguatkan. Atas dasar itu, VP ditangkap. Kini ia ditahan di Mapolres Landak untuk 20 hari ke depan.
Apa motifnya? Hingga kini, polisi belum membeberkan secara rinci. Kronologi lengkap kejadian juga belum disampaikan.
“Penyidikan intensif masih berjalan untuk mengungkap kasus ini secara utuh," pungkas Kuswiyanto.***
Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment