Antrean BBM Tak Surut, DPRD Kalbar Minta Distribusi Diperketat

17 Maret 2026 12:14 WIB
Anggota DPRD Kalbar, Alexander. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah lonjakan mobilitas jelang hari raya Idulfiti. Antrean terlihat di Sambas, Singkawang, hingga Bengkayang.

Padahal, Pertamina menyatakan stok dalam kondisi aman. Situasi ini diduga dipicu panic buying. Muncul setelah pernyataan Menteri ESDM soal cadangan BBM nasional.

Anggota DPRD Kalbar, Alexander, meminta pengawasan distribusi diperketat. Kepolisian dan Pertamina diminta turun langsung.

“Kita minta pengawasan diperketat. Jika ada penimbunan, harus ditindak tegas,” ujarnya.

Ia menilai kondisi ini rawan dimanfaatkan oknum. Penimbunan bisa memperparah kelangkaan di lapangan. 

Menurutnya, kepanikan dipicu informasi cadangan BBM hanya cukup sekitar 21 hari.

“Ini membuat masyarakat ramai-ramai membeli BBM,” katanya.

Meski begitu, pernyataan tersebut telah dibantah. Pertamina memastikan stok tetap aman.

Namun, Alexander menilai pernyataan saja tidak cukup. Perlu langkah konkret di lapangan.

Ia meminta inspeksi mendadak dilakukan di SPBU. Tujuannya memastikan distribusi berjalan normal.

“Kalau ditemukan penimbunan, harus ditindak,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik. Pembelian BBM diminta sesuai kebutuhan.

“Pemerintah sudah menjamin stok aman,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar