Peternak Babi di Landak Diimbau Waspada Nipah, Vaksinasi Masih Menunggu Instruksi Pusat
LANDAK, Insidepontianak.com – Setelah sektor peternakan babi di Kabupaten Landak mulai bangkit pasca wabah African Swine Fever (ASF), ancaman penyakit baru kembali membayangi.
Kali ini, peternak diminta mewaspadai virus Nipah, penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari hewan ke manusia.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak, Intan, mengatakan kewaspadaan dini menjadi kunci agar kejadian serupa wabah ASF tidak terulang.
Sektor peternakan babi di Landak dinilai strategis karena menjadi salah satu komoditas utama yang menopang ekonomi masyarakat sejak kembali pulih pada 2025.
Menurut Intan, langkah pencegahan ideal adalah vaksinasi ternak. Namun, hingga kini pemerintah daerah belum dapat melakukan vaksinasi karena ketersediaan vaksin dan kebijakan teknis masih berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Vaksinasi memang menjadi langkah utama, tetapi dari pusat belum ada. Jadi kami masih menunggu,” ujar Intan, Senin (9/1/2026).
Sambil menunggu kepastian distribusi vaksin, Pemkab Landak memperkuat sosialisasi kepada peternak, terutama pola pemeliharaan yang higienis.
Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, untuk memastikan informasi cepat diterima peternak.
Intan menekankan, kebersihan kandang dan manajemen ternak yang baik merupakan pertahanan awal yang bisa dilakukan secara mandiri oleh peternak.
“Untuk sementara kami fokus meningkatkan kesadaran peternak agar lebih memperhatikan ternaknya dan cara pemeliharaannya,” katanya.
Pemkab Landak berharap langkah preventif ini dapat menekan risiko penyebaran penyakit sambil menunggu intervensi vaksinasi dari pemerintah pusat, sehingga pemulihan ekonomi peternak babi tidak kembali terganggu. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment