Jembatan Gantung Bambu di Dusun Pemantas Segera Diganti Lebih Layak
LANDAK, insidepontianak.com – Bertahun-tahun, warga Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, hanya bergantung pada jembatan bambu. Satu-satunya akses ke kebun, ladang, dan sekolah.
Jembatan gantung itu dilintasi setiap hari. Sederhana. Rangka bambu, lantai papan, diperkuat tali sling. Hanya untuk pejalan kaki. Sepeda motor tak bisa lewat.
“Di sini ada sekitar 10 kepala keluarga. Aktivitasnya ke kebun, bertani,” kata Hadran, warga setempat, Selasa (7/4/2026).
Anak-anak sekolah juga melintas di jembatan itu. Setiap hari. Kadang diantar. Sering kali harus menyeberang sendiri.
“Iya, anak-anak sekolah lewat sini,” ujarnya.
Keterbatasan itu membuat akses tak efisien. Risiko jatuh pun tinggi. Terutama saat hujan, karena lantai jembatan licin.
“Kalau motor harus lewat jalur lain. Jauh,” katanya.
Rasa cemas selalu ada. Warga khawatir jembatan ambruk. Sudah lama mereka menunggu akses yang lebih layak. Kini harapan mulai terjawab.
Pemerintah membangun jembatan gantung baru melalui program Jembatan Perintis Garuda. Lokasinya tetap di dusun tersebut.
Jembatan dirancang sepanjang 30 meter. Lebar 1,2 meter. Target rampung sekitar 35 hari.
Komandan Kodim 1210/Landak, Letkol Kav Andy Setio Untoro, mengatakan pembangunan ini untuk membuka akses wilayah yang masih terbatas.
“Pembangunan Jembatan Garuda dilakukan serentak. Salah satunya di Desa Darit,” ujarnya.
Ia berharap jembatan baru ini mempermudah mobilitas warga. Sekaligus memberi rasa aman, terutama bagi anak-anak sekolah.
Akses yang lebih baik juga diyakini mendorong ekonomi warga.
“Harapannya, masyarakat lebih mudah beraktivitas. Ekonomi ikut meningkat,” pungkasnya.***
Penulis : Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment