Bupati Karolin Ancam Coret Penyedia MBG yang Abaikan Standar Kebersihan

15 Juni 2026 14:26 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa/IST

LANDAK, insidepontianak.com - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memberikan peringatan keras kepada sembilan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Landak yang hingga kini belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Bupati Karolin menegaskan persoalan kebersihan dapur tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, makanan yang diolah di dapur MBG setiap hari dikonsumsi oleh ribuan anak sekolah, sehingga seluruh proses pengolahan harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Bupati Karolin mengatakan, masih ada sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi SLHS.

Kondisi itu, menurutnya menjadi perhatian serius Pemkab Landak karena menyangkut kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa.

"Saya sudah menerima laporannya. Saat ini masih ada sembilan dapur penyedia yang belum memiliki SLHS," kata Karolin, Senin (15/6/2026).

Karolin menjelaskan SLHS bukan sekadar urusan administrasi. Keberadaan SLHS menjadi bukti jika dapur telah memenuhi standar kebersihan, mulai dari kondisi tempat pengolahan, peralatan, bahan baku hingga cara penyajian makanan.

Ia mengingatkan agar pengelola dapur tidak hanya mengejar target penyediaan makanan, tetapi juga memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi.

"Jangan hanya berfokus pada target penyediaan makanan. Kebersihan, kualitas bahan baku, cara pengolahan hingga penyajian harus menjadi perhatian utama. Yang menerima makanan ini adalah anak-anak kita," ujarnya.

Karolin menegaskan Pemkab tidak akan menutup mata jika masih ada penyedia yang mengabaikan standar kebersihan.

Pengawasan terhadap dapur-dapur MBG akan diperketat untuk memastikan seluruh penyedia mematuhi ketentuan yang berlaku.

Bahkan, ia memberi perngatan keras dan kemungkinan merekomendasikan penghentian kerja sama terhadap penyedia yang tetap membandel dan tidak segera melengkapi persyaratan.

"Bagi penyedia yang membandel dan tidak segera memperbaiki standar kebersihannya, saya pastikan tidak akan diizinkan lagi menjadi pemasok makanan bagi anak-anak sekolah. Kami akan menyampaikan kepada pihak terkait agar kerja sama mereka dievaluasi," tegasnya.

Menurut Karolin, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari jaminan keamanan pangan bagi para penerimanya.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak bisa ditawar. Jangan sampai ada kelalaian yang justru merugikan anak-anak yang seharusnya mendapatkan manfaat dari program ini," pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar