AI Makin Masuk ke Sekolah, KGBN Landak: Peran Guru Tak Akan Tergantikan

1 Juli 2026 13:28 WIB
Ilustrasi

LANDAK, Insidepontianak.com - Kehadiran kecerdasan buatan atau AI mulai mengubah cara guru mengajar dan siswa mencari informasi.

Meski begitu, teknologi tersebut dinilai tidak akan pernah menggantikan peran guru dalam proses mendidik siswa.

Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Landak, Andry Steven Manongga, mengatakan perkembangan AI merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari.

Guru maupun siswa kini mulai memanfaatkan berbagai platform AI untuk mendukung kegiatan belajar.

Menurutnya, guru memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan administrasi maupun mencari referensi pembelajaran.

Sementara itu, sebagian siswa mulai menggunakan teknologi tersebut untuk memperoleh jawaban atas berbagai pertanyaan dengan lebih cepat.

"Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, platform AI yang paling banyak dimanfaatkan guru maupun siswa di Kabupaten Landak adalah ChatGPT," kata Andry, Selasa (30/6/2026).

Namun, ia menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti guru. Sebab, teknologi tersebut memiliki keterbatasan dan tidak selalu menghasilkan informasi yang sepenuhnya benar.

"AI ini sebenarnya tidak akan pernah menggantikan peran guru. Begitu juga siswa yang memanfaatkan AI, mereka tidak akan mendapatkan jawaban yang akurasinya seratus persen," ujarnya.

Ia menjelaskan hampir semua platform AI, termasuk ChatGPT, selalu menyertakan peringatan bahwa hasil yang diberikan masih berpotensi mengandung kesalahan sehingga pengguna perlu melakukan pembanding dari sumber lain.

Karena itu, Andry menilai kemampuan berpikir kritis tetap menjadi hal yang harus dimiliki guru maupun peserta didik.

Andry berpendapatan, AI seharusnya dimanfaatkan untuk memperkaya proses belajar, bukan menjadi satu-satunya sumber informasi.

Menurutnya, guru tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan teknologi, terutama dalam membimbing siswa memahami materi, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai yang tidak bisa diberikan oleh mesin.

Ia mengatakan perkembangan AI justru menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan literasi digital, bukan mengurangi peran tenaga pendidik di sekolah.

"Saya katakan AI ini sebenarnya secara pribadi, ini tidak akan pernah menggantikan peran guru," pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar