Bupati Karolin Soroti Banyak Remaja Putri di Landak Alami Anemia
LANDAK, Insidepontianak.com - Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyoroti masih tingginya kasus anemia pada remaja putri di Kabupaten Landak.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan persoalan gizi remaja khususnya remaja putri masih perlu mendapat perhatian serius.
Karolin menyebut, dari laporan tenaga kesehatan saat lokakarya mini yang digelar di wilayah kerja Puskesmas Senakin, menunjukkan masih banyak remaja putri yang mengalami anemia atau kekurangan darah.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena dapat memengaruhi kesehatan remaja saat ini maupun kualitas generasi mendatang.
Remaja putri yang mengalami anemia berisiko mengalami gangguan konsentrasi, mudah lelah, hingga penurunan kemampuan belajar.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat berdampak ketika mereka memasuki usia kehamilan dan meningkatkan risiko melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah maupun stunting apabila tidak ditangani sejak dini.
"Data yang disampaikan Ibu Kepala Puskesmas Senakin cukup mengejutkan. Anak remaja putri kita masih banyak yang anemia atau kurang darah," kata Karolin, Rabu (1/6/2026).
Ia menjelaskan, anemia pada remaja tidak selalu disebabkan oleh penyakit tertentu, kondisi tersebut dapat pula disebabkan oleh itu pola makan yang kurang bergizi.
Karolin menilai masih banyak anak yang merasa kenyang, tetapi tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup karena lebih sering mengonsumsi makanan instan atau jajanan dibanding makanan bergizi.
"Kalau tidak ada penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan produksi darah, berarti makannya yang tidak benar. Banyak anak kenyang, tetapi gizinya tidak terpenuhi," ujarnya.
Karolin mengingatkan, anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan membutuhkan makanan dengan gizi seimbang.
Bukan hanya karbohidrat, tetapi juga protein, lemak dalam jumlah yang cukup, sayur, dan buah.
Ia mendorong para orang tua memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di sekitar rumah, seperti telur, ayam peliharaan, maupun kacang-kacangan sebagai sumber protein yang terjangkau.
Menurutnya, kecukupan gizi tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak anak.
"Kalau makanan tidak bergizi, perkembangan sel otaknya juga tidak optimal. Mau sekolah dari pagi sampai malam pun akan sulit berkembang kalau gizinya tidak terpenuhi," katanya.
Karolin juga mengaku ingin mengetahui lebih jauh penyebab tingginya angka anemia pada remaja putri di Kabupaten Landak.
Ia menilai persoalan tersebut perlu dikaji agar pemerintah dapat menyiapkan langkah penanganan yang lebih tepat.
"Kenapa remaja putri kita banyak yang anemia, itu belum dilakukan penelitian. Nanti perlu kita pelajari apakah karena pola makan, kurang olahraga, atau faktor lainnya," pungkasnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment