Pemkab Landak Hadirkan Beragam Layanan dalam Penutupan BBGRM ke-23, Warga Bisa Urus Banyak Keperluan Sekaligus

2 Juli 2026 14:07 WIB
Bupati Karolin ketika melayani masyarakat yang membeli bapok di stand pangan murah di acara penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-23 Landak.

LANDAK, Insidepontianak.com - Penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Kabupaten Landak tak hanya menjadi kegiatan seremonial. 

Pemkab Landak memanfaatkan momentum tersebut untuk menghadirkan berbagai layanan publik yang dapat diakses masyarakat dalam satu lokasi.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, itu menghadirkan berbagai pelayanan mulai dari layanan kesehatan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak hingga Gerakan Pangan Murah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan, konsep tersebut sengaja diterapkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh berbagai pelayanan pemerintah tanpa harus datang ke sejumlah kantor yang berbeda.

"Penutupan ini kita fokuskan di satu tempat. Ada kegiatan khitanan, pemeriksaan kesehatan, kemudian Gerakan Pangan Murah, pembayaran pajak, Disdukcapil, dan berbagai pelayanan lainnya. Jadi semuanya dilaksanakan di satu tempat," kata Karolin, Kamis (2/6/2026).

Menurutnya, BBGRM tidak hanya dipahami sebagai kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Karolin menjelaskan, rangkaian BBGRM telah berlangsung selama sekitar satu bulan di Desa Tubang Raeng

Selama pelaksanaannya, pemerintah bersama masyarakat melaksanakan beragam kegiatan, mulai dari kerja bakti, bakti sosial di tempat ibadah, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Karolin mengatakan, kehadiran berbagai layanan pada penutupan BBGRM ke-23 dimaksudkan untuk dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan pemerintah namun terkendala jarak maupun waktu.

Selain itu, Karolin meminta masyarakat tetap menjaga semangat gotong royong yang menjadi ruh dari BBGRM dapat terus hidup di tengah masyarakat meski rangkaian kegiatan telah berakhir.

Menurutnya, budaya gotong royong masih menjadi modal penting dalam membangun desa, baik untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun menyelesaikan berbagai persoalan bersama.

"Melalui Bulan Bakti Gotong Royong ini, masyarakat digelorakan kembali semangat gotong royongnya agar mereka bisa menjaga kebersihan lingkungan dan bergotong royong dalam berbagai aspek kehidupan yang sifatnya positif," pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar