Karolin Prioritaskan Perbaikan Sekolah, 169 Ruang Kelas di Landak Dibangun dan Direhabilitasi
LANDAK, Insidepontianak.com - Pemkab Landak menjadikan perbaikan infrastruktur pendidikan sebagai salah satu fokus pembangunan tahun ini.
Di tengah masih banyaknya sekolah yang membutuhkan pembenahan, pemerintah mengalokasikan program pembangunan dan rehabilitasi ruang belajar mulai dari PAUD, SD hingga SMP.
Fokus terbesar diarahkan ke jenjang sekolah dasar. Berdasarkan rencana kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Landak sebanyak 28 ruang kelas baru akan dibangun, sementara 76 ruang kelas lainnya direhabilitasi.
Artinya, ada 104 ruang kelas SD yang akan mendapat intervensi pembangunan.
Di tingkat SMP, pemerintah menyiapkan pembangunan 11 ruang kelas baru serta rehabilitasi 51 ruang kelas, sehingga total 62 ruang kelas akan diperbaiki.
Sementara untuk PAUD, disiapkan pembangunan tiga ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruang kelas.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan harus ditopang oleh fasilitas belajar yang layak.
"Pembangunan SDM harus dimulai dari pendidikan. Karena itu kami memprioritaskan pembenahan sarana sekolah agar anak-anak Landak belajar di ruang kelas yang aman dan layak," kata Karolin, Rabu (15/7/2026).
Selain ruang kelas, pemerintah juga membenahi fasilitas penunjang. Untuk SD akan dibangun 12 ruang perpustakaan dan merehabilitasi 44 perpustakaan, disertai pengadaan 1.074 set meubeler, sembilan paket buku, dan empat paket teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pemkab Landak juga merencanakan pembangunan 24 rumah dinas guru serta rehabilitasi 13 rumah dinas yang sudah ada.
"Kami juga memperhatikan kebutuhan guru melalui pembangunan rumah dinas agar mereka dapat mengajar dengan lebih optimal," ujar Karolin.
Pada jenjang SMP, pembangunan tidak hanya menyasar ruang belajar. Pemerintah juga akan membangun enam laboratorium IPA, merehabilitasi dua laboratorium, membangun 10 unit jamban, merehabilitasi enam jamban, membangun dua ruang perpustakaan, merehabilitasi empat perpustakaan, delapan ruang UKS, pengadaan dua paket TIK atau sekitar 30 unit komputer, serta 111 set meubeler.
Sementara itu, untuk PAUD pemerintah menyiapkan pembangunan area bermain beserta Alat Permainan Edukatif (APE), baik di dalam maupun luar ruangan, serta revitalisasi dua satuan PAUD.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung proses belajar anak usia dini dengan fasilitas yang lebih aman dan sesuai standar.
Karolin mengatakan pembangunan infrastruktur pendidikan akan diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang kondisinya paling membutuhkan, termasuk di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
"Pembangunan ini bertujuan memastikan setiap anak di Landak mendapat akses pendidikan yang layak, termasuk di wilayah yang masih kekurangan fasilitas," kata Karolin. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment