Tekan Stunting di Landak, Karolin Ajak Warga Kembali Andalkan Pangan Lokal
LANDAK, Insidepontianak.com - Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat kembali mengutamakan pangan lokal bergizi sebagai langkah menekan angka stunting di Kabupaten Landak.
Menurutnya, perbaikan gizi keluarga harus dimulai dari kebiasaan memilih makanan sehari-hari, bukan bergantung pada produk makanan olahan yang dianggap lebih praktis atau bergengsi.
Karolin mengatakan banyak bahan pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi dan mudah dijangkau masyarakat, seperti tahu, tempe, sayuran, serta aneka kacang-kacangan.
Bahan-bahan tersebut dinilai jauh lebih baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dibanding makanan olahan.
"Itu lebih bagus daripada makan sosis, nugget, makanan-makanan yang kayaknya mahal belum tentu bagus," kata Karolin, Senin (20/7/2026).
Ia menilai pola makan keluarga tidak hanya menentukan pertumbuhan anak, tetapi juga memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat secara umum.
Karolin mengaku prihatin karena penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan di rentang usia 30 hingga 40 tahun.
Karena itu, ia meminta masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas secara rutin agar penyakit dapat dideteksi sejak dini.
Ia juga meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang menyesatkan, termasuk anggapan bahwa obat yang diresepkan dokter dapat merusak ginjal.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, Karolin juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menggunakan bahan-bahan tradisional untuk merawat luka pasca-sunat.
Menurutnya, praktik tersebut justru dapat meningkatkan risiko infeksi dan menghambat proses penyembuhan.
"Obatnya diminum, lukanya tolong jangan diberi daun kayu, kopi, atau apa pun selain daripada obat yang diberikan dari Puskesmas," ujarnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment