Asap Karhutla Makin Pekat, Kualitas Udara di Landak Masuk Level Berbahaya
LANDAK, insidepontianak.com – Kualitas udara di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berada pada level berbahaya.
Situasi ini dipicu pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut.
“Berdasarkan data per 30 Agustus, udara memang sangat tidak sehat. Kualitas udara di wilayah kerja 16 puskesmas sudah masuk kategori sangat berbahaya,” kata Plh Kepala Dinas Kesehatan Landak, Benediktus, Selasa (1/9/2026).
Hasil kaji cepat Dinas Kesehatan Landak mencatat rata-rata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 499,6.
Sementara kadar partikel halus PM2,5 rata-rata menembus 817,6 mikrogram per meter kubik.
Partikel mikro ini sangat berbahaya karena berukuran amat kecil sehingga mudah masuk ke saluran pernapasan paling dalam.
Karena itu, Benediktus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap belum reda. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar wajib mengenakan masker.
“Jika ada keluhan kesehatan, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan, segera datang berobat ke puskesmas terdekat,” pesannya.
Kondisi udara yang memburuk ini menjadi ancaman serius. Terlebih, ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Landak.
Dinas Kesehatan mencatat penderita ISPA yang ditemukan sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 13.203 kasus.
“Untuk bulan Agustus ini peningkatannya belum terlalu signifikan. Data terakhir yang ada dengan kami mencapai 1.590 kasus,” jelas Benediktus.
Meski demikian, kesiapsiagaan menghadapi lonjakan ISPA tetap dilakukan. Dinkes Landak mulai membagikan masker, menggencarkan edukasi, serta membuka pos pasokan oksigen di 16 puskesmas, RSUD Landak, dan Kantor Dinkes.
“Saat ini stok logistik kesehatan dipastikan aman,” tegasnya.
Dinas kesehatan masih memiliki stok 350.000 masker medis, 43.847 masker anak, serta 535 masker oksigen yang sebagian di antaranya merupakan bantuan Pemprov Kalbar.
“Pasokan obat-obatan juga masih mencukupi,” pungkasnya.***
Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment