Kebakaran di Area HGU, Karolin Minta Tiga Perusahaan di Landak Diselidiki

8 September 2026 14:12 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa/IST

LANDAK, Insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah area Hak Guna Usaha (HGU) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta kasus kebakaran di area HGU tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan.

Saat ini, terdapat tiga perusahaan yang lahannya terbakar dan proses penyelidikannya tengah berjalan.

"Untuk saat ini kita ada 3 PT (perusahaan) yang kita lakukan penyelidikan. Yaitu di Desa Pamayang, kemudian ada di Sebandang, dan di Mandor," kata Karolin, Selasa (8/9/2026).

Karolin mengatakan, pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan terhadap perusahaan perkebunan, terutama dalam memastikan kesiapan menghadapi karhutla.

Hal ini dinilai penting karena beberapa lokasi kebakaran dengan luasan cukup besar berada di wilayah HGU perusahaan.

"Kita akan tindak lanjuti agar kita mendampingi dan mengawasi perusahaan perkebunan, apakah mereka telah melengkapi peralatan dalam rangka persiapan menghadapi kebakaran hutan. Karena beberapa lokasi yang terbakar cukup luas itu berada dalam wilayah HGU (Hak Guna Usaha)," ujarnya.

Menurut Karolin, perusahaan juga perlu memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk peralatan pemadam dan sumber air atau embung sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk pengecekan di lapangan, Pemkab Landak akan berkoordinasi melalui Satgas Gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah.

Sementara penanganan karhutla secara keseluruhan dipusatkan melalui Posko Gabungan Tanggap Darurat. Petugas akan berjaga selama 24 jam untuk menerima laporan dan memantau kondisi di lapangan.

"Di posko ini akan ada yang piket 24 jam untuk menindaklanjuti berbagai laporan dan kondisi di lapangan. Mudah-mudahan dengan adanya posko ini bisa lebih terintegrasi lagi dan bisa lebih efektif dalam penanganan karhutla," kata Karolin.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, Karolin juga mengingatkan masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembakaran lahan.

"Kondisi kita hari ini kemarau masih akan berlanjut sehingga suasana di sekitar kita menjadi kering, api sekecil apa pun menjadi mudah menyebar dan sulit untuk dikendalikan. Jadi stop membakar dengan alasan apa pun karena situasinya sangat kering dan belum akan turun hujan," pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar