Harmoni Sawit dan Masyarakat: Peneliti Magister Sosiologi Ungkap Kunci Stabilitas Sosial di Kabupaten Sambas
Hubungan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat lokal seringkali dipandang dari sudut pandang konflik. Padahal, banyak sudut pandang tak hanya soal itu. Ada hubungan saling mengikat antara dua hubungan itu. Saling menjaga hingga menghormati. Tujuannya satu, bagaimana keduanya bisa beriring sejalan, mencapai ikatan kuat bersama. Untuk satu tujuan, hidup lebih baik.
PONTIANAK
Dalam penelitian terbaru, bidang sosiologi menunjukkan bahwa stabilitas dan harmoni dapat dicapai melalui penguatan ikatan sosial (social bond) yang tepat, bukan melalui pendekatan kekuatan atau keamanan semata.
Temuan ini disampaikan oleh Gunawan Wibisono, dalam ujian tesis Magister Sosiologi di Universitas Tanjungpura.
Melalui studinya yang mendalam pada PT Agronusa Investama (ANI) - anak usaha Wilmar Grup- di Kabupaten Sambas, Gunawan berhasil memetakan bagaimana transformasi manajemen dan perubahan strategi sosial dapat meredam riak-riak konflik pasca-alih kelola perusahaan.
"Pengendalian sosial yang efektif di industri sawit saat ini harus bergeser dari paradigma represif ke paradigma persuasif-preventif," ujar Gunawan.
Dalam penelitiannya, ia menggunakan teori Social Bond dari Travis Hirschi untuk membuktikan bahwa ketika masyarakat memiliki keterikatan emosional (attachment) dan kepentingan ekonomi yang nyata (commitment) melalui skema plasma, maka secara alami masyarakat akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan.
Penelitian ini menyoroti keberhasilan PT ANI dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui transparansi dan pelibatan aktif elit lokal (Kepala Desa dan Tokoh Adat). Hasil wawancara lapangan di Desa Semanga, misalnya, menunjukkan bahwa dialog rutin dan realisasi komitmen ekonomi menjadi "lem" yang merekatkan kembali hubungan yang sempat retak di masa lalu.
Rekomendasi Strategis
Sebagai praktisi yang telah malang-melintang di dunia korporasi, Gunawan memberikan rekomendasi konkret bagi industri: pembentukan forum komunikasi rutin sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dan standardisasi program CSR yang berorientasi pada kemandirian masyarakat.
Profil Penulis: Menjembatani Korporasi dan Akademik
Gunawan Wibisono dikenal sebagai praktisi senior di industri perkebunan kelapa sawit dengan spesialisasi pada bidang Corporate Affairs, Hubungan Eksternal, dan Perizinan. Memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, ia kini melengkapi kepakarannya dengan gelar Magister Sosiologi.
Kombinasi antara pengalaman lapangan yang luas dan pemahaman teori sosiologi yang mendalam menjadikannya sosok yang unik di industrinya.
Gunawan berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya aspek kemanusiaan dan sosiologis dalam tata kelola industri strategis nasional.
"Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah anugerah. Bagi saya, melakukan yang terbaik hari ini adalah dengan memberikan kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi harmonisasi industri dan masyarakat," pungkasnya.
Penulis : REDAKSI
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment