PLN Siapkan Listrik Hijau untuk Industri Tambang
JAKARTA, insidepontianak.com – PLN memperkuat dukungan terhadap transformasi industri pertambangan melalui penyediaan listrik hijau dan layanan kelistrikan terpadu.
Dukunga ini dilakukan lewat kerja sama dengan sejumlah perusahaan tambang untuk mendorong penerapan konsep green mining di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution.
PLN menandatangani PJBTL dengan sejumlah perusahaan tambang, di antaranya PT Trubaindo Coal Mining, PT Sembada Makmur Sejahtera, PT Marga Bara Jaya, PT Maruwai Coal, PT Makmur Sejahtera Wisesa, dan PT Berau Coal.
Selain itu, PLN melalui anak usahanya juga menjalin kerja sama pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan PT Masmindo Dwi Area, PT Maruwai Coal, serta PT Sembada Makmur Sejahtera.
Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, mengatakan elektrifikasi alat berat menjadi salah satu langkah penting untuk menekan emisi di sektor tambang.
“Elektrifikasi alat berat menjadi solusi utama karena konsumsi energi terbesar ada pada kegiatan hauling,” ujarnya dalam FGD Powering The Future of Green Mining di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menyebut, penggunaan listrik dapat menekan biaya operasional secara signifikan, dengan potensi penghematan hingga Rp2 miliar per tahun per unit alat berat.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan pengembangan green mining merupakan langkah strategis untuk menekan emisi sekaligus menjaga keberlanjutan industri tambang.
“Forum ini menjadi momentum untuk melihat potensi kebutuhan listrik di sektor tambang dan strategi pengelolaan aset ke depan,” ujarnya.
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menjelaskan konsumsi energi terbesar di tambang terjadi pada proses hauling.
Karena itu, elektrifikasi pada tahap tersebut dinilai paling efektif untuk menurunkan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi.
Ketua Umum APBI, Priyadi, menyambut baik sinergi tersebut sebagai langkah memperkuat keberlanjutan industri pertambangan.
Sementara itu, PT Borneo Indobara menyebut elektrifikasi menjadi strategi menghadapi perubahan iklim dan kenaikan harga bahan bakar.
Perusahaan itu juga tengah membangun infrastruktur bersama PLN untuk mendukung operasional 700 unit truk listrik.***
Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -
Tags :

Leave a comment