Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GW, PLN Siap Sokong Swasembada Energi

25 Agustus 2026 16:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo mendengarkan pemaparan Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026). (Dok. PLN)

JEMBRANA, insidepontianak.com – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp) nasional di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Peluncuran ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita swasembada di sektor energi.

Sebagai tahap awal, pemerintah mulai melakukan groundbreaking 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 Megawatt Peak (MWp).

Proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah, termasuk PLTS Gilimanuk dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.

"Hari ini adalah hari yang penting. Kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," ucap Presiden optimis.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan, program PLTS 100 GWp akan dijalankan melalui delapan skenario utama.

Di antaranya meliputi eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar RUPTL 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, PLTS daerah 3T 0,50 GWp, PLTS off-grid produktif 4,36 GWp, PLTS nonatap kawasan industri 7,49 GWp, serta demand creation sebesar 24,13 GWp.

Total nilai investasi dari proyek ini diproyeksikan mencapai 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun.

Program ini juga berpotensi menciptakan 5,5 juta lapangan kerja baru, yang terdiri dari 3,46 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,05 juta tenaga kerja manufaktur.

Bahlil menjelaskan, dampak lingkungan dan efisiensi anggaran dari proyek ini sangat signifikan bagi ketahanan ekonomi nasional.

"Program ini mampu menekan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun sekaligus menghemat efisiensi subsidi BBM Rp73,9 triliun setiap tahun," ujar Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan penuh korporasi untuk mengintegrasikan pasokan energi surya tersebut ke dalam sistem kelistrikan nasional secara andal dan aman.

Khusus di Bali sebagai lokasi peluncuran, PLN bersama Pemprov Bali akan mengembangkan 5 Klaster PLTS berkapasitas total 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh. Dari jumlah tersebut, kapasitas 300 MWp dipusatkan di Klaster Gilimanuk.

"PLN siap melaksanakan penugasan Presiden secara all out. Listrik hijau ini menjadi fondasi utama menggerakkan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan," pungkas Darmawan.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar