Pemkot Pontianak Fokuskan Pembangunan Infrastruktur di Pontianak Utara

23 Februari 2026 13:27 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengecek hasil pembangunan Jalan Kebangkitan Nasional Pontianak Utara. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kecamatan Pontianak Utara diproyeksikan menjadi episentrum percepatan pembangunan pada 2026.

Pemkot Pontianak pun kini memfokuskan peningkatan infrastruktur jalan di wilayah itu. Parit Pangeran dan Parwasal menjadi prioritas, menyusul rampungnya pengerjaan Jalan Kebangkitan Nasional tahun lalu yang kini terhubung ke outer ring road.

Dukungan pusat juga mengalir. Sekolah Rakyat dibangun di Jalan Flora. Pusat Pengolahan Sampah Terpadu berdiri di TPA Batulayang. Pembangunan ini memperkuat layanan dasar dan kualitas lingkungan di Pontianak Utara.

“Beberapa infrastruktur sudah kita selesaikan, salah satunya Jalan Kebangkitan Nasional,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai subuh berjamaah di Masjid Nushatussolihin, Jalan Kebangkitan Nasional, Siantan Hilir, Minggu (22/2/2026).

Ke depan, Pemkot menargetkan penuntasan pembangunan ruas Jalan Sungai Selamat, Parwasal, dan Parit Pangeran hingga tembus ke Jalan Kebangkitan Nasional.

"Penerangan jalan umum di sejumlah titik juga akan kita tambah," ujarnya.

Sekitar 30 persen wilayah Pontianak Utara berupa lahan gambut. Kawasan ini dimanfaatkan untuk pertanian dan konservasi. Hasilnya tak hanya menyuplai kebutuhan kota, tetapi juga Kalimantan Barat.

“Pembangunan disesuaikan dengan karakter wilayah. Tidak sama dengan Pontianak Selatan atau Tenggara,” ujarnya.

Di sektor lingkungan, TPA Batulayang beralih ke sistem sanitary landfill. Metode open dumping ditinggalkan. Sampah organik diolah. Sampah anorganik dimanfaatkan menjadi material konstruksi seperti paving blok.

“Ke depan, TPA hanya mengolah residu agar beban tidak berat,” jelasnya.

Sekolah Rakyat di Jalan Flora dibangun untuk masyarakat miskin sebagai bagian dari program Presiden Prabowo. Prosesnya tengah berjalan.

Sebanyak 11 dapur mendukung program Makan Bergizi Gratis. Program ini menyasar siswa dan ibu hamil, sekaligus membuka lapangan kerja dan menyerap hasil pertanian warga.

Edi juga menyinggung kepadatan kendaraan akibat aktivitas distribusi BBM. Hingga 500 truk tangki melintas setiap hari. Minimnya lahan parkir membuat ruas seperti Jalan Flora dan Parwasal cepat rusak dan terasa sempit.

Aktivitas itu bagian dari ekosistem ekonomi. Solusinya pengaturan jam operasional.

“Tetap harus tertib,” katanya.

Tahun lalu, anggaran infrastruktur Pontianak Utara mencapai Rp56,4 miliar. Tahun ini meningkat menjadi Rp63 miliar.

“Kami berkomitmen memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar