Tragedi Bus Damri Telan Banyak Korban di Sanggau, DPRD Kalbar Minta Evaluasi Menyeluruh

6 April 2026 15:19 WIB
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur meminta evaluasi menyeluruh atas insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan Bus Damri di Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Minggu (5/4/2026) siang.

Sebagaimana diketahui korban kejadian ini mencapai 27 orang. 26 orang luka ringan dan satu meninggal dunia.

 Prabasa Anantatur minta adanya evaluasi menyeluruh terhadap faktor keselamatan di jalur tersebut.

Menurut Prabasa, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sanggau dan Sintang saat ini memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, namun belum didukung kondisi infrastruktur yang memadai.

“Jalan di sana relatif sempit, sementara kendaraan yang melintas didominasi truk-truk besar. Ini tentu berisiko tinggi dan perlu evaluasi menyeluruh,” ujarnya.

Selain kondisi jalan, ia juga menyoroti aspek kelayakan kendaraan. Informasi sementara menyebutkan kecelakaan bus Damri diduga akibat rem blong. Hal ini, kata dia, harus menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan, terutama dalam pengawasan armada angkutan umum.

“Kalau benar karena rem blong, berarti ada persoalan pada kelayakan kendaraan. Ini harus dicek secara ketat, apalagi ini menyangkut keselamatan penumpang,” tegasnya.

Tak hanya itu, Prabasa juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, khususnya para sopir. Ia menilai, kondisi fisik dan kesehatan pengemudi harus benar-benar dipastikan, mengingat rute perjalanan yang cukup panjang dan menantang.

“Perjalanan dari Sintang ke Pontianak cukup jauh, jalannya juga tidak lebar dan banyak tikungan. Sopir harus benar-benar dalam kondisi prima,” katanya.

Ia juga menyinggung titik rawan kecelakaan di wilayah Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, yang dikenal memiliki tikungan tajam dan cukup berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik.

Dalam beberapa waktu terakhir, lanjutnya, kecelakaan di jalur tersebut kerap terjadi, termasuk insiden yang melibatkan truk pengangkut CPO. Bahkan, sebagian besar kecelakaan yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal.

“Ini bukan hanya tabrakan, tapi banyak kecelakaan tunggal. Artinya ada persoalan serius yang harus segera dibenahi,” ungkapnya.

Prabasa pun meminta Dinas PUPR Provinsi Kalbar untuk segera melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas jalan di ruas tersebut. 

“Kami akan bahas bersama PUPR. Jalan ini harus menjadi perhatian serius agar ke depan tidak lagi memakan korban,” pungkasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar