Kader NasDem Kalbar Ikut Portes Laporan Tempo, Redaksi Buka Ruang Klarifikasi

15 April 2026 12:53 WIB
Ratusan kader NasDem Kalbar gelar aksi mengecam laporan utama Majalah Tempo bertajuk: PT Nasdem Indonesia Raya Tbk. (Insidepontianak.com/Andi Ridwansyah)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ratusan kader NasDem Kalimantan Barat ikut memprotes laporan utama Majalah Tempo yang mengangkat isu dugaan merger NasDem dan Gerindra.

Mereka menilai pemberitaan tersebut tidak akurat. Berpotensi menyesatkan publik. Aksi protes digelar di Kantor DPW NasDem Kalbar di Jalan BLKI Pontianak, Rabu (15/4/2026).

Sampul majalah sendiri menampilkan ilustrasi karikatur Surya Paloh bertajuk: PT Nasdem Indonesia Raya Tbk.

Ketua DPD NasDem Mempawah, Darwis Harafat, menilai laporan Tempo tidak memiliki dasar jurnalistik yang kuat.

“Sebagai partai modern, kami menyayangkan pemberitaan yang menurut kami jauh dari kaidah jurnalistik. Ini terkesan mengejar sensasi tanpa verifikasi yang jelas,” ujarnya saat berorasi.

Ia juga membantah narasi yang mengaitkan isu merger dengan persoalan keuangan Ketua Umum NasDem.

“Tidak masuk akal jika dikatakan ada masalah keuangan Pak Surya Paloh. Secara data, kekayaannya mencapai Rp8 triliun,” tegasnya.

Senada, Ketua Bapilu DPW NasDem Kalbar, Idris Maheru, menegaskan bahwa yang berkembang bukanlah merger, melainkan konsep political block.

“Political block adalah bentuk aliansi yang lebih kuat tanpa menghilangkan identitas masing-masing partai,” jelasnya.

Menurut Idris, konsep tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarpartai dalam pengambilan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ia menambahkan, merger partai sangat sulit dilakukan karena menyangkut ideologi, struktur, hingga regulasi.

Atas pemberitaan tersebut, kader NasDem Kalbar mendorong DPP untuk melaporkan Tempo ke Dewan Pers.

“Kami minta DPP segera menindaklanjuti. Ini sudah masuk kategori pencemaran nama baik,” tegasnya.

Mereka juga mendesak klarifikasi dan permohonan maaf terbuka. “Karena ini menimbulkan keresahan di internal dan persepsi negatif di publik,” pungkas Idris.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, mengatakan pihaknya menghargai kritik dari kader NasDem.

“Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” ujarnya, melansir laman Tempo.co.

Ia menegaskan laporan tersebut telah melalui proses jurnalistik yang ketat. “Materi telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan berdasarkan kode etik,” tegasnya.

Tempo juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang keberatan dan mendorong agar sengketa pemberitaan sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme Dewan Pers.

“Berkaitan dengan dampak sampul yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem dan kader, kami meminta maaf,” ucap Setri.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar