PLN Perkuat Digitalisasi Kelistrikan Kalbar, Monitoring Gangguan Kini Real Time

18 Mei 2026 15:17 WIB
Personel teknis briefing memastikan sistem keamanan telah diterapkan sebelum memulai pekerjan pemasangan dan penyambungan kabel kontrol pada gardu penghubung. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – PLN Kalimantan Barat terus memperkuat transformasi digital sistem kelistrikan melalui re-integrasi gardu hubung (GH) di Kabupaten Kubu Raya.

Re-integrasi sistem dilakukan di gardu hubung Kuala Dua, pada Senin (18/5/2026). Pengerjaannya menggunakan metode wiring remote terminal unit (RTU).

Tujuannya, meningkatkan keandalan distribusi listrik dan mempercepat pemantauan jaringan secara real time.

Proses pekerjaan diawali dengan safety briefing dan pemeriksaan alat pelindung diri (APD) terhadap seluruh personel teknis yang terlibat.

Setelah seluruh standar operasional dan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terpenuhi, pekerjaan baru dimulai. Sebab, penyambungan kabel induk pada gardu hubung berisiko tinggi.

Secara teknis, wiring RTU merupakan proses pemasangan dan penyambungan kabel kontrol serta sistem komunikasi antarperangkat agar seluruh sistem dapat terintegrasi dengan optimal.

Melalui sistem itu, PLN dapat mempercepat pemantauan jaringan, analisis gangguan, hingga pengambilan keputusan operasional dari pusat pengendalian.

Manager PLN UP2D Kalimantan Barat, Prisma Asmara Yudha, mengatakan wiring RTU menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi operasional kelistrikan di Kalbar.

“Ini bukan sekadar pemasangan kabel, tetapi bagian penting membangun sistem monitoring dan pengendalian yang lebih modern dan responsif,” katanya.

Integrasi sistem memungkinkan pemantauan gardu dilakukan secara real time sehingga potensi gangguan bisa lebih cepat terdeteksi dan ditangani.

Ia pun menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis dan prosedur keselamatan kerja.

“Keselamatan kerja menjadi prioritas agar pekerjaan berjalan aman dan menghasilkan kualitas sistem yang optimal,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan transformasi digital menjadi fokus PLN dalam meningkatkan kualitas layanan kelistrikan.

“Melalui re-integrasi dan wiring RTU di GH Kuala Dua, PLN memperkuat sistem monitoring dan pengendalian jaringan agar lebih responsif dan akurat,” ungkapnya.

Menurut Maria, penguatan sistem digital menjadi fondasi penting menjaga keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi di Kalbar.

“PLN terus mendorong modernisasi sistem kelistrikan agar masyarakat menikmati layanan listrik yang lebih stabil, aman, dan berkualitas,” tutupnya.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/biz
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar