Mahasiswa dan Serikat Pekerja PLN Dorong Kemandirian Energi Kalbar

25 Mei 2026 22:28 WIB
Para pengurus DPD SP PLN UID Kalbar bersama para pemantik diskusi melaksanakan sesi foto bersama sebelum dimulainya kegiatan ruang dialog bertajuk: RUPTL 2025–2034 dan Kemandirian Energi Kalimantan Barat. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Mahasiswa lintas perguruan tinggi bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja PLN UID Kalimantan Barat membahas isu kemandirian energi daerah dalam forum dialog di Rumangsa Café Pontianak, Senin malam (25/5/2026).

Forum itu bertajuk: RUPTL 2025–2034 dan Kemandirian Energi Kalimantan Barat: Future Energy Debate, Siapa Diuntungkan dan Siapa Menanggung Biaya?

Diskusi fokus membedah arah kebijakan energi nasional dan dampaknya terhadap ketahanan kelistrikan di Kalimantan Barat. Ketua DPD SP PLN UID Kalbar, Akhmad Junaidi, hadir sebagai narasumber utama.

Sementara Ketua BEM Universitas Tanjungpura 2025, M Najmi Ramadhan, dan Ketua MPM Politeknik Negeri Pontianak, M Fiqih Darmansyah, menjadi pemantik diskusi dari kalangan mahasiswa.

Dalam paparannya, Akhmad Junaidi menegaskan sektor ketenagalistrikan tidak hanya berbicara soal bisnis dan investasi, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Ia menyoroti sistem kelistrikan Kalimantan Barat yang masih bergantung pada pasokan non-PLN dan impor energi dari luar negeri. Menurutnya, kondisi itu perlu menjadi perhatian agar daerah memiliki sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kemandirian energi daerah harus menjadi prioritas agar Kalbar tidak bergantung pada pasokan luar,” ujarnya.

Selain membahas arah kebijakan RUPTL 2025–2034, forum juga mengulas sejumlah isu strategis. Mulai dari target pembangunan ketenagalistrikan nasional, tantangan ketahanan energi daerah, risiko investasi terhadap keuangan PLN, hingga pentingnya menjaga PLN sebagai aset strategis negara.

Peran generasi muda dalam mengawal kebijakan energi nasional turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

Suasana dialog berlangsung aktif dan interaktif. Mahasiswa menyampaikan berbagai pandangan kritis terkait transparansi kebijakan energi, pemerataan akses listrik, serta pembangunan ketenagalistrikan yang tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Forum ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan Serikat Pekerja PLN dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kedaulatan energi nasional di tengah perubahan kebijakan dan tantangan global.

DPD SP PLN UID Kalbar berharap ruang dialog serupa dapat terus digelar sebagai sarana edukasi dan penguatan partisipasi generasi muda dalam mengawal masa depan energi Indonesia.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar