Wali Kota Edi: Qari dan Qariah Pontianak Harus Mampu Bersaing di Tingkat Nasional
PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 269 peserta dari enam kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak yang digelar 19–23 Juni 2026.
Ajang ini tidak hanya menjadi perlombaan keagamaan tahunan, tetapi juga momentum menjaring qari dan qariah terbaik untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa kualitas peserta harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain. Menurutnya, standar prestasi yang ditargetkan bukan lagi sebatas tingkat kota atau provinsi, melainkan mengarah pada standar nasional.
“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujarnya saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) malam.
Ia menilai Kota Pontianak memiliki modal kuat untuk melahirkan peserta berprestasi. Sejumlah qari dan qariah asal Pontianak selama ini telah membuktikan kemampuannya dengan meraih penghargaan pada berbagai ajang nasional hingga internasional.
Karena itu, MTQ tingkat kota harus menjadi ruang pembinaan sekaligus evaluasi untuk menyiapkan kafilah terbaik yang akan tampil membawa nama Kota Pontianak pada MTQ Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
Edi juga mengingatkan dewan hakim dan pengawas agar menjaga profesionalisme selama perlombaan berlangsung. Penilaian yang objektif dinilai menjadi kunci lahirnya peserta-peserta terbaik yang benar-benar memiliki kemampuan unggul.
“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” katanya.
Selain menghasilkan bibit unggul di bidang tilawah dan pemahaman Al-Quran, MTQ juga diharapkan memperkuat karakter religius masyarakat. Menurut Edi, nilai-nilai Al-Quran harus mampu menjadi pedoman dalam kehidupan sosial sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh toleransi.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak Yusnaldi mengatakan, ratusan peserta akan berkompetisi dalam tujuh cabang perlombaan, yakni Tilawah Al-Quran, Qiraat Sab’ah, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, dan Karya Tulis Ilmiah Hadis.
“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment