55 Kilo Sabu Diamankan di Perbatasan Sajingan Sambas, Temuan Besar Jelang Idul Fitri 2026!

17 Maret 2026 13:19 WIB
Pers Rilis Barang Bukti 55,2 Kg Sabu yang diamankan di Dusun Sawah, Desa Sanatab, Perbatasan Sajingan Sambas. (istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com –  Komando Tugas Gabungan Pengamanan Perbatasan Wilayah Darat (Kogasgabpamtaswil Darat) XII/Tpr berhasil mengamankan sabu seberat total 55,297 kilogram dalam operasi di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Pengungkapan ini merupakan hasil kerja personel Satgas Pamtas RI-Malaysia sektor barat dari Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama Tim Gabungan Satgas Intel, yang berlangsung di Dusun Sawah, Desa Senatab, Kamis dini hari (12/3/2026).

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menjelaskan, keberhasilan tersebut bermula dari kecurigaan personel patroli Pos Sungai Tengah terhadap sebuah kendaraan yang melintas sekitar pukul 01.45 WIB.

Saat hendak dihentikan, kendaraan tersebut justru melaju kencang mencoba melarikan diri.

“Personel sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, namun pelaku tetap melaju ke arah Tanjung. Saat pengejaran, Orang Tak Dikenal (OTK) di dalam mobil membuang sejumlah barang ke pinggir jalan,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di jalur pelarian. Hasilnya, pada pukul 03.25 WIB ditemukan 51 paket sabu dengan berat mencapai 54,234 kilogram.

Tak berhenti di situ, penyisiran lanjutan oleh Tim Intel Gabungan pada pukul 08.00 WIB kembali menemukan satu paket tambahan seberat 1,063 kilogram.

“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 52 paket dengan berat keseluruhan 55,297 kilogram,” jelasnya.

Meski barang bukti berhasil diamankan, pelaku hingga kini masih belum tertangkap. Seluruh sabu tersebut rencananya akan diserahkan ke Pomdam XII/Tpr untuk diamankan sementara sebelum dimusnahkan.

“Karena pelakunya tidak tertangkap, hanya barang buktinya yang kita peroleh. Nanti akan kita himpun dan dilaksanakan pemusnahan dengan mengundang BNN serta instansi terkait lainnya,” tambahnya.

Mayjen TNI Novi menegaskan, pihaknya tidak akan memberi celah bagi aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. Ia telah menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Pamtas untuk meningkatkan pengawasan, khususnya di titik-titik rawan penyelundupan.

Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat, termasuk dengan Kepolisian dan Bea Cukai, guna mengoptimalkan pertukaran informasi dan operasi gabungan.

Selain itu, pendekatan kepada masyarakat perbatasan turut ditingkatkan agar warga berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.

Di akhir pernyataannya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada prajurit Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad dan Tim Satgas Intel atas keberhasilan tersebut, sekaligus mengingatkan seluruh personel agar tetap waspada.

“Jangan lengah, waspadai segala bentuk kegiatan ilegal, mulai dari illegal entry, illegal trading, logging, mining, senjata api, hingga penyelundupan satwa dan narkoba. Bekerjalah dengan hati dan selalu berdoa demi keberhasilan tugas kita menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar