Luas Karhutla di Sambas Capai 235,5Hektare, Status Masih Siaga tapi Berpotensi Naik ke Darurat

6 April 2026 14:51 WIB
Pemadaman Karhutla di Tempapan Hulu Kecamatan Galing beberapa waktu lalu/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus meluas hingga awal April ini, Senin (6/4/2026). 

Berdasarkan data , total luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 1 April 2026 diperkirakan mencapai sekitar 235,5 hektare.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita, menjelaskan bahwa titik api telah tersebar di 11 kecamatan dan 22 desa. Sementara berdasarkan perhitungan manual dan pemantauan drone di lapangan, luas lahan yang tercatat terbakar mencapai 235,5 hektare.
 
"Secara hitungan manual ada yang menggunakan drone, luasnya 235,5 hektare. Namun secara citra satelit, itu sudah mencapai 500 hektare yang terbakar di Kabupaten Sambas," ujarnya. 
 
Ia menjelaskan, wilayah yang paling parah dan terus mengalami titik panas (hotspot) adalah Kecamatan Selakau Timur. Kondisi lahan di sana berupa gambut yang minim sumber air, sehingga sangat menyulitkan proses pemadaman.

Selain itu, wilayah Tempapan Hulu juga menjadi tantangan tersendiri karena lokasinya yang jauh, sulit dijangkau, dan minim akses air.
 
"Yang membuat kita miris kemarin terjadi di Sajingan, luas terbakar itu tinggal 10 meter lagi dari pemukiman warga. Itu sudah benar-benar mengancam kehidupan masyarakat," ungkapnya.
 
Saat ini, status penanganan masih dalam tahap Siaga, namun BPBD tidak menutup kemungkinan untuk menaikkannya menjadi status Darurat jika kondisi semakin memburuk setelah dilakukan rapat koordinasi.
  
Kata dia, hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KPH, hingga perusahaan sawit baru berhasil memadamkan api seluas 180 hektare dari total 235,5 hektare yang tercatat. Proses pemadaman terhambat karena keterbatasan personel, alat, serta akses sumber air yang sulit di lokasi kebakaran.
 
Nisa juga mengapresiasi kerja sama yang baik dengan perusahaan-perusahaan kelapa sawit di wilayah tersebut. Meski bukan lahan mereka yang terbakar, pihak perusahaan dinilai sangat kooperatif dalam membantu memadamkan api.
 
"Tim kita emang solid, tapi karena yang terbakar begitu luas, kita terbentur keterbatasan sumber air," tambahnya.
  
Ia menambahkan, menyambut musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan penurunan curah hujan yang mulai terasa minggu ini, BPBD mengimbau seluruh masyarakat, Camat, dan Kepala Desa untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
 
Pihaknya juga akan mengambil langkah preventif dan penindakan tegas (efek jera) bersama kepolisian dan TNI bagi pelaku pembakaran liar.
 
"Kami himbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Lahan gambut kan jika sudah dipadamkan di atas, tapi di dalam masih bisa menyala. Jika ada yang masih membakar, kita akan ambil langkah tegas," tegasnya.
 
"Saat ini, pemantauan dilakukan secara intensif melalui grup komunikasi dan aplikasi SIPONGI, dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa untuk melapor jika ada titik api muncul, " pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar