Kasus Bullying di Lapangan Batu Bedinding Salatiga Sambas Tranding, Ini Respon HWCI Sambas

14 April 2026 16:05 WIB
Ilustrasi perundungan/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – HWCI Kabupaten Sambas kecam keras insiden perundungan (bullying) yang terjadi di Lapangan Bola Batu Bedinding, Kecamatan Salatiga, pada Minggu (12/4/2026).

Dalam video yang beredar di Sosmed, anak perempuan memukul hingga membanting anak perempuan lainnya ke lapangan bola. Hal ini tentu membuat masyarakat geram. 

Ketua HWCI Kabupaten Sambas, Pratiwi Astuti, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai tindakan bullying bukan sekadar persoalan sepele, melainkan ancaman serius bagi nilai kemanusiaan dan rasa aman di ruang publik.

Ia menegaskan bahwa ruang terbuka seperti lapangan olahraga seharusnya menjadi tempat yang aman, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat kebersamaan, bukan justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan.

“Kami mengecam keras segala bentuk perundungan. Ini bukan hanya kesalahan individu, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan dan kepedulian lingkungan,” katanya, Selasa (14/4/2026). 

Ia juga mengkritik kurangnya peran berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pihak yang bertanggung jawab atas keamanan lokasi. Tak terkecuali, ia menyoroti peran orang tua yang dinilai perlu lebih aktif dalam mengawasi perilaku anak-anaknya.

Menurutnya, sikap pembiaran terhadap tindakan bullying hanya akan memperburuk kondisi sosial dan membuka peluang terjadinya kasus serupa di kemudian hari.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menghentikan budaya saling menyalahkan dan mulai mengambil langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Selain itu, ia mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, tegas, dan adil dalam menangani kasus tersebut. 

"Penegakan hukum yang jelas dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat, " tegasnya. 

Tak hanya itu, Pratiwi juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan, terutama bagi generasi muda, tentang dampak buruk bullying serta pentingnya menumbuhkan sikap saling menghormati.

“Kami berharap peristiwa ini menjadi titik balik bagi semua pihak untuk lebih peduli dan bersama-sama membangun lingkungan yang aman, beradab, dan penuh empati,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar