Petani Sambas Harap Kementan Turun Tangan Perbaiki Irigasi

25 April 2026 13:01 WIB
Sukiman, petani di Kabupaten Sambas. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Potensi pertanian di Kabupaten Sambas cukup besar. Luas sawah mencapai 43 ribu hektare. Lahan ladang tercatat lebih dari 33 ribu hektare.

Namun, sistem pengairan belum memadai. Mayoritas lahan masih bergantung pada tadah hujan. Kondisi ini membuat sawah dan ladang rentan kekeringan.

Dampaknya, produksi padi belum maksimal. Bahkan gagal panen masih kerap terjadi saat kemarau melanda.

Sukiman, petani di Kecamatan Semparuk, menyebut setengah wilayah pertanian di Sambas belum memiliki jaringan irigasi yang layak.

“Padahal kita punya banyak sungai air tawar, tapi belum dimanfaatkan maksimal,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, pembangunan irigasi masih lebih banyak difokuskan pada saluran primer. Akibatnya, distribusi air ke lahan pertanian tidak merata.

Saat kemarau panjang, banyak lahan kekeringan. Petani kesulitan menjangkau sumber air. Gagal panen pun kerap menghantui.

Sukiman menilai, jika saluran sekunder dibangun, indeks pertanaman (IP) bisa meningkat tajam. Produksi padi berpotensi naik, dari rata-rata 3 ton per hektare menjadi 6–8 ton per hektare.

Di tengah keterbatasan irigasi, kelompok tani mulai berinovasi dengan dukungan pemerintah daerah. Program pompanisasi berbasis energi terbarukan mulai diuji coba.

Teknologi ini memanfaatkan tenaga surya melalui panel surya dan pompa aksial. Uji coba di lapangan menunjukkan hasil positif.

“Program itu sudah ada dan berhasil. Tapi pemahaman masyarakat masih terbatas. Perlu sosialisasi dan contoh nyata di lebih banyak desa,” katanya.

Upaya ini terus didorong melalui koordinasi lintas sektor. Gerakannya sudah berjalan, namun realisasi pembangunan masih terkendala anggaran.

Untuk lahan seluas 600 hingga 1.000 hektare, pembangunan irigasi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Di atas itu, menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, pembangunan belum berjalan optimal. Karena itu, Kementerian Pertanian diharapkan memberi perhatian lebih.

Menurut Sukiman, pembangunan irigasi menjadi kunci mewujudkan ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah.

Ia optimistis, Kabupaten Sambas mampu mewujudkan swasembada beras lokal. Keyakinan ini didukung setoran gabah ke Bulog pada April yang telah menembus 5.000 ton.

“Ini bukti petani serius. Tinggal dukungan infrastruktur yang harus dipercepat, terutama saluran sekunder,” pungkasnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar