Setahun Diperjuangkan, Tanggul Abrasi Matang Danau Dibangun, Telan Anggaran Rp14 Miliar

9 Juni 2026 11:59 WIB
Bupati Sambas Satono mendampingi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Herzaky Mahendra Putra saat meninjau progres pembangunan pengaman pantai Matang Danau Kecamatan Paloh. (Insidepontianak.com/Antonia Sentia).

SAMBAS, insidepontianak.com – Proyek pengaman pantai sepanjang 135 meter di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, mulai bergulir.

Infrastruktur ini bakal menjadi benteng penyelamat kawasan pesisir dari ancaman ombak laut yang bertahun-tahun menghantui warga setempat hingga membuat akses jalan nyaris putus.

Pembangunan dinding pemecah ombak itu menelan anggaran Rp14 miliar. Pembiayaannya bersumber dari APBN.

Staf Khusus Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, turun langsung meninjau pengerjaan proyek tersebut, pada Sabtu (6/6/2026).

Ia didampingi Bupati Sambas Satono, perwakilan Kementerian PU, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I.

Herzaky mengungkapkan, infrastruktur ini merupakan hasil perjuangan panjang sejak tahun lalu.

Pemerintah pusat langsung bergerak pasca-menerima jeritan warga yang lahannya terus tergerus abrasi.

“Kami bersama-sama memperjuangkan usulan teknisnya ke pusat. Bersyukur, akhirnya mendapat kucuran anggaran dari Kementerian PU,” ujar Herzaky.

Baginya, proyek tersebut adalah bukti nyata indahnya kolaborasi lintas sektor. Ketika pemerintah pusat, daerah, hingga desa mau bergerak bersama, solusi konkret bagi masyarakat pasti lahir.

Langkah itu juga sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dan Menko Infrastruktur AHY agar anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Harapan kami, setelah tanggul ini rampung, warga tidak perlu lagi waswas kehilangan tanah atau terpaksa mengungsi. Aktivitas ekonomi, pertanian, dan usaha nelayan di sini harus terlindungi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Sambas Satono menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat pusat. Ia mengenang kembali kondisi kritis setahun lalu saat meninjau lokasi tersebut.

“Waktu itu kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau dibiarkan sedikit saja, bukan cuma pantainya yang hilang, tapi jalan aspal di belakangnya juga bakal amblas dikikis air,” kenangnya.

Meski tanggul penahan ini sudah mulai dibangun, Satono menilai penanganan belum sepenuhnya tuntas. Masih ada beberapa titik rawan di sekitar lokasi yang belum tersentuh.

“Kami berharap proyek ini berlanjut tahun depan. Idealnya ada tambahan sekitar 335 meter lagi, atau kalau bisa menjangkau hingga 500 meter agar seluruh titik kritis di pesisir ini benar-benar aman,” harapnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar