Bocah 7 Tahun di Sambas Tewas Diduga Tenggelam di Kolam Renang

22 Juni 2026 11:05 WIB
Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP di kolam renang tempat korban diduga tenggelam, Minggu (21/6/2026). (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Bocah perempuan berusia tujuh tahun, tewas tenggelam di kolam renang di Dusun Rambi, Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Minggu (21/6/2026).

Peristiwa nahas itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Korban berinisial B, warga Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh. Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko membenarkan insiden ini. 

Menurutnya, korban awalnya diketahui asyik bermain di area kolam anak. Nahas, setelah selesai bermain di wahana seluncuran, ia diduga pindah ke kolam dewasa tanpa sepengetahuan keluarganya. 

"Korban kemudian ditemukan tengkurap tak bergerak di dasar kolam dewasa. Kedalamannya sekitar 105 hingga 175 sentimeter," ungkap Sadoko.

Pihak pengelola dan keluarga langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Santa Elisabeth. Namun, nyawanya tak tertolong. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil visum luar, dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, polisi masih memerlukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

"Diagnosis awal medis, korban diduga meninggal akibat tenggelam atau accidental drowning at swimming pool," ujarnya.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti.

"Dugaan sementara, korban tidak bisa berenang dan tenggelam karena kedalaman air melebihi tinggi badannya," lanjut Sadoko. 

Saat ini, kepolisian masih terus melengkapi fakta-fakta di lapangan. Pihak Polres Sambas pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Tak lupa, AKP Sadoko mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak saat berada di kolam renang. Pengelola wisata air juga diminta meningkatkan sistem keselamatan.

"Peristiwa ini harus jadi pengingat bagi kita semua. Pengawasan anak di kawasan wisata air dengan risiko tinggi itu wajib," tegasnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar