Susana Mundur dari Bursa, Timotius Yance Kandidat Kuat Rebut Kursi Ketua Golkar Sanggau

10 Agustus 2026 14:06 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Timotius Yance saat diwawancarai media. (Ist)

SANGGAU, insidepontianak.com -- Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Sanggau dijadwalkan digelar pada Senin (24/8/2026), jika tak ada perubahan agenda.

Musda kali ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Sanggau untuk menentukan sosok yang akan memimpin DPD Golkar Sanggau menggantikan Fransiskus Ason.

Sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Sanggau. Mereka adalah Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Wakil Ketua DPRD Sanggau Timotius Yance, serta dua kader yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Sanggau, Hendrykus Bambang dan Epifania Ratih Kumala Dewi.

Namun, Susana Herpena memastikan dirinya tidak akan ikut dalam perebutan kursi Ketua DPD Golkar Sanggau. Susana mengaku memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati Sanggau. Apalagi, ia juga telah masuk dalam kepengurusan DPD Golkar Kalimantan Barat.

“Terkait untuk maju Ketua, memang semua diberikan kesempatan. Untuk hari ini, saya lebih memberikan kesempatan kepada kawan-kawan yang lebih senior, mengingat kesibukan saya juga sebagai Wakil Bupati Sanggau. Fokus ke tugas kita dan beberapa organisasi yang ada. Ibu juga sudah masuk di kepengurusan DPD Golkar Provinsi,” tegas Susana.

Dengan mundurnya Susana dari bursa, persaingan internal Golkar Sanggau kini mengerucut pada sejumlah nama kader yang dinilai memiliki peluang untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

Salah satu nama yang paling banyak disebut adalah Timotius Yance. Sekretaris DPD Golkar Sanggau yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sanggau itu disebut sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Fransiskus Ason.

Namun, Yance memilih tidak terlalu mengumbar ambisi. Ia menegaskan kesiapannya maju apabila mendapat amanah dan izin dari DPD Golkar Kalimantan Barat.

“Saya kalau dikasih amanah oleh DPD provinsi dan diizinkan, siap maju. Kita diizinkan para kader untuk maju. Jadi siapa saja bareng-barenglah kita ikut mekanisme yang telah ditetapkan panitia,” katanya.

Yance mengaku belum mengetahui secara pasti dirinya disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua DPD Golkar Sanggau. Ia mengatakan saat ini lebih banyak menjalankan tugasnya sebagai sekretaris partai dan berkomunikasi dengan jajaran DPD Golkar Kalbar.

“Belum tahu nama saya disebut-sebut calon kuat. Untuk saat ini saya jarang diskusi untuk masalah Musda ini, karena saya pikir yang penting itu saya komunikasi dengan provinsi, tetap sebagai wewenang saya sebagai Sekretaris,” tambahnya.

Mekanisme Pemilihan

Yance menjelaskan, mekanisme pemilihan Ketua DPD Golkar Sanggau dalam Musda mendatang pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Musda sebelumnya.

Menurutnya, ruang pencalonan tetap terbuka bagi kader-kader potensial yang memenuhi mekanisme dan persyaratan yang ditetapkan panitia.

Ia menyebut, pemilik suara dalam Musda berasal dari sejumlah unsur internal partai, termasuk Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar.

“Penentu suara itu PK-PK. Kalau dari partai lain itu kan di tiap-tiap kecamatan, satu kecamatan satu suara. Kemudian ditambah organisasi sayap yang didirikan maupun yang mendirikan. Ditambah satu suara provinsi dan satu dari pusat. Kurang lebih seperti itu,” jelasnya.

Dengan komposisi suara tersebut, perebutan kursi Ketua DPD Golkar Sanggau dipastikan tidak hanya ditentukan oleh popularitas kandidat. Konsolidasi internal dan dukungan dari pemilik suara di tingkat kecamatan hingga struktur partai di atasnya akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Sanggau ke depan.

Musda ini sekaligus akan menjadi ujian bagi soliditas internal Golkar Sanggau setelah berakhirnya masa kepemimpinan Fransiskus Ason.


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar